Kompas.com - 30/07/2019, 16:44 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru saja melakukan rapat dewan komisioner pada Senin (29/7/2019).

Berdasarkan hasil rapat tersebut, LPS memutuskan menurunkan suku bunga penjaminan dari 7 persen menjadi 6,75 persen atau turun 25 bps untuk simpanan rupiah di bank umum. Sementara untuk simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), suku bunga penjaminan juga turun 25 bps menjadi 9,25 persen.

Kepala Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, kepuusan tersebut didasarkan pada pergerakan suku bunga simpanan rupiah yang sudah berada di level stabil dan kian menurun setelah Bank Indonesia (BPS) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan pada Juli 2019 ini.

Baca juga: LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan Tetap 7 Persen

"Dengan melihat perkembangan ini, kemarin dalam rapat dewan komisioner LPS memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga penjaminan," ujar Halim di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Adapun untuk tingka bunga penjaminan simpanan valuta asing di bank umum tidak berubah, yaitu sebesar 2,25 persen.

Halim menjelaskan, sepanjang periode 2019 hingga 23 Juli 2019 lalu, suku bunga maksimum deposito rupiah sudah turun 13 bps menjadi rata-rata 7,19 persen sementara untuk suku bunga rata-rata terpantau turun 5 bps menjadi 6,11 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: LPS: Tren Kenaikan Bunga Simpanan Mulai Berakhir

Sementara untuk suku bunga simpanan valuta asing terpantau stabil dengan kenaikan yang terbatas.

"Suku bunga deposito valuta asing maksimum tetap di level 1,95 persen, suku bunga rata-ratanya naik 2 bps ke level 1,25 persen," ujar dia.

Sementara, dari segi pertumbuhan bulanan dana pihak ketiga (DPK) antar BUKU pada Juni 2019 tercatat tumbuh atara 1,7 perse hingga 6,9 persen.

Hasil obersevasi DPK berdasarkan kepemilikan menunjukkan adanya perbaikan pertumbuhan pada rekening besar terutama milik industri keuangan non bank, BUMN, dan swasta. Meski di sisi lain, rekening ritel tetap tumbuh stabil.

Baca juga: LPS Tidak Ubah Tingkat Bunga Penjaminan Periode Januari-Mei 2019

Pertumbuhan DPK berdasarkan kelompok rekening nomonal besar atau di atas Rp 1 miliar pun juga bertumbuh setelah pada periode lebaran lalu sempat menurun.

"Kami tidak melihat ada pergerakan dana simpanan yang luar biasa. Sehingga kalau kita menilai situasi saat ini dalam kondisi yang kondusif dan normal," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Website Template CV Lamaran Kerja Gratis yang Bisa Kamu Edit

5 Website Template CV Lamaran Kerja Gratis yang Bisa Kamu Edit

Work Smart
Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Whats New
Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Work Smart
AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X