Investasi Asing Tak Akan Mampir jika Peran BUMN Masih Dominan

Kompas.com - 01/08/2019, 19:24 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).AFP/POOL/KAZUHIRO NOGI Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Harus diakui, Indonesia masih membutuhkan investasi asing di bidang inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Namun sayangnya, realisasi investasi di Indonesia meskipun tumbuh, namun sempat melambat awal tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan salah satu alasan engganya investor asing menanamkan modalnya di Indonesia adalah dominasi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) dalam berbagai sektor bisnis di dalam negeri.

Baca juga: Laba Bank-bank BUMN Belum Kinclong, Apa Sebabnya?

"Karena jika kita ingin meningkatkan produktivitas melalui teknologi dan inovasi peran investasi khususnya Foreign Direct Investment (FDI) sangat penting. FDI dan investasi tidak akan datang jika negara mendominasi," ujar Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah harus bisa menyamaratakan porsi pengelolaan bisnis agar Indonesia menjadi menarik di mata investor.

"Jadi bagi kami ini adalah penting untuk terus mengkalibrasi peran swasta dan BUMN untuk menciptakan persaingan yang sehat," ujar dia.

Baca juga: RI di Posisi Keempat Negara Paling Menarik untuk Investasi di Dunia

Sri Mulyani pun mengatakan, Presiden Jokowi ingin agar BUMN bisa bersaing tanpa harus menutup kesempatan kepada investor asing.

Menurut dia, Indonesia perlu menciptakan lingkingan yang terbuka dan kompetitif agar kualitas BUMN juga bisa meningkat.

"Secara general kan kita lihat untuk bisa menarik investment climate, kita perlu untuk menciptakan suatu lingkungan yang open dan competitive dan yang selama ini ingin dilakukan bapak presiden," tandas Sri Mulyani.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X