5 Tahun Memimpin, Jokowi Klaim Angka Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 16/08/2019, 14:38 WIB
Presiden Jokowi megenakan baju adat Sasak NTB saat berpidato di sidang tahunan DPR-DPD, Jumat (16/8/2019). Biro pers setpresPresiden Jokowi megenakan baju adat Sasak NTB saat berpidato di sidang tahunan DPR-DPD, Jumat (16/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengklaim angka kemiskinan terus turun di masa pemerintahannya, bahkan kini angkanya disebut sebagai yang terendah sepanjang sejarah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dan Nota Keuangan di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Penduduk miskin terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,41persen pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI," ujarnya.

Baca juga: Mampukah Digitalisasi Tekan Angka Kemiskinan Indonesia?

Selain angka kemiskinan yang menurun, Jokowi juga menyebut angka pengangguran terus menurun begitu pun dengan ketimpangan pendapatan.

Angka pengangguran ucapnya menurun dari 5,81 persen pada Februari 2015, menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.

Sementara itu ucapnya ketimpangan turun karena Rasio Gini mengecil dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019.

Jokowi mengatakan bahwa angka-angka tersebut merupakan capaian yang menggembirakan dalam 5 tahun masa kepemimpinannya.

Baca juga: Naskah Lengkap Pidato Jokowi tentang RAPBN 2020 dan Nota Keuangan

Apalagi kata dia, pertumbuhan ekonomi memiliki tren yang meningkat dari 4,88 persen pada 2015, menjadi 5,17 persen pada 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06 persen.

"Kita patut bersyukur bahwa di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi kita selama lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X