Ini 3 Strategi Kebijakan Fiskal Indonesia Tahun 2020

Kompas.com - 16/08/2019, 14:43 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyiapkan tiga strategi kebijakan fiskal untuk tahun 2020 mendatang.

Adapun strategi itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Pemerintah menyiapkan 3 kebijakan fiskal, yaitu memobilisasi pendapatan dengan menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal," kata Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Sejalan dengan 3 strategi kebijakan fiskal tersebut, Kata Jokowi, kebijakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 bakal dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.

Jokowi mengatakan, kebijakan fiskal ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam membuat APBN fokus dalam kegiatan prioritas.

"Ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman," ungkap Jokowi.

Fokus 5 Hal Utama

Adapun fokus RAPBN diarahkan pada 5 hal utama, yaitu penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera.

"Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, dan Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population," ujar Jokowi

Selanjutnya 2 arahan terakhir adalah penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah dan antisipasi ketidakpastian global.

"Dengan fokus pada lima hal tersebut, dan berpatok pada karakter kebijakan fiskal yang ekspansif namun terarah dan terukur, maka defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76 persen dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun," pungkas Jokowi.

Sementara itu, Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, dan Belanja Negara sebesar Rp 2.528,8 triliun.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X