Menhub Minta Jajarannya Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Kompas.com - 23/08/2019, 09:27 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh jajarannya untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat ke depannya.

“Kementerian Perhubungan dihadapkan pada satu kegiatan digital yang begitu masif, kami meminta kepada teman-teman di Kemenhub untuk all out guna meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/8/2019).

“Bagiamana suatu regulasi yang ada bisa mengatur teknologi digital agar kehadirannya dapat menjadi lebih baik dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” lanjutnya.

Baca juga: Menhub: Kami Butuh ASN yang Tak Alergi terhadap Perubahan

Budi menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan suatu keniscayaan yang harus dihadapi dengan baik. Misalnya, di bidang transportasi saat ini sudah ada taksi dan ojek online.

Dengan munculnya ojek dan taksi online itu, pemerintah harus menyiapkan regulasi demi keselamatan dan keamanan masyarakat. Sehingga,ndalam aturan terkait taksi daring dan ojek online harus memenuhi unsur yang melindungi konsumen, pengendara, dan juga memikirkan perusahaan tersebut. 

“Di transportasi, seperti ojol (ojek online) misalnya, keberadaannya dibutuhkan masyarakat. Untuk itu kami lakukan diskresi untuk mengatur masalah keselamatan Pengemudi dan penumpang serta pendapatan pengemudi Ojol,” kata Budi.

Budi berharap para akademisi dan praktisi  dapat memberikan masukan-masukan positif kepada Pemerintah agar siap menghadapi era digital.

Sebab, pada dasarnya pemerintah sangat memerlukan masukan dari berbagai kalangan seperti akademisi juga praktisi. 

“Digital adalah masa depan kita, oleh karenanya perlu adanya satu kolaborasi dari akademisi, praktisi dan juga regulator yang lebih optimal. Tolong kami diberitahu jika ada masukan-masukan dari rekan-rekan, karena  Presiden Jokowi selalu mengatakan segala sesuatu yang memberikan manfaat untuk umat harus diutamakan,” ucap dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X