Molor, Pemberian Kompensasi bagi Warga Terdampak Tumpahan Minyak

Kompas.com - 26/08/2019, 13:04 WIB
Tim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08). dok BBC IndonesiaTim Oil Spill Combat Team (OSCT) menarik Oil Boom SL 25 untuk dipasang di beberapa titik strategis di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (01/08).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java atau PHE ONWJ hingga kini belum memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak tumpahan minyak di perairan Kerawang, Jawa Barat.

Pada pekan lalu, PHE ONWJ menjanjikan dana kompensasi tersebut akan cair pada pekan ini. Namun, hingga kini kompensasi tersebut belum juga diberikan kepada warga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penanganan Dampak Eksternal PHE ONWJ Rifky Efendy mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan kepada warga yang terkena dampak insiden tersebut.

“Kami minta maaf kalau (pembayaran kompensasi) mundur. Tim kami kerja keras siang malam enggak tidur supaya ini bisa secepatnya diselesaikan,” ujar Rifky.

Baca juga: Pertamina Akui Gunakan Tenaga Kerja Asing untuk Atasi Tumpahan Minyak

Rifky menjelaskan, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga tengan mendata berapa banyak warga yang terdampak insiden tersebut. Dia menyebut pendataan tersebut telah 90 persen rampung.

Nantinya, warga tak akan diberikan uang tunai sebagai biaya kompensasi. Dana kompensasi tersebut akan dikirimkan Pertamina ke dalam rekening tabungan yang saat ini sedang dibuat bagi tiap warga yang terdampak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami akan salurkan bantuan tunai secara cashless, artinya kita bukakan rekening dan ini perlu proses dan sinergi kami ke teman-teman Himbara. Jadi bukan berarti kita ignorance dengan janji kita,” kata Rifky.

Namun, Rifky enggan membeberkan berapa besaran dana kompensasi yang diberikan pihaknya kepada warga terdampak.

“Besarnya ada di Permen KLHK Nomor 7 tahun 2014. Ini sedang dihitung,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.