Akhir 2019, AirAsia akan Hentikan Layanan Call Center

Kompas.com - 27/08/2019, 19:10 WIB
Chief Customer of Happiness Officer AirAsia Adam Geneave kepada awak media di Kantor Pusat AirAsia, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (26/8/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIChief Customer of Happiness Officer AirAsia Adam Geneave kepada awak media di Kantor Pusat AirAsia, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (26/8/2019).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Chief Customer of Happiness Officer AirAsia Adam Geneave mengatakan, pada kuartal keempat tahun 2019 atau akhir tahun ini AirAsia berencana akan menghentikan layanan call center untuk pelanggan.

Adam mengatakan, hal itu karena fitur baru live chat bernama AVA (AirAsia Virtual Allstar) yang sudah terintegrasi dengan web site dan aplikasi seluler lebih digemari pelanggan daripada call center perihal layanan pembelian tiket dan lain-lain.

"Jumlah panggilan yang diterima oleh pusat panggilan ( Call Center) AirAsia semakin menurun belakangan ini. Dengan menggunakan AVA, tidak ada waktu tunggu bagi pelanggan untuk dijawab panggilan mereka. Semua pertanyaan dijawab langsung dalam obrolan langsung," kata Adam di Kantor Pusat AirAsia, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/8/2019).

Adam menjelaskan, sejak diluncurkan pada awal 2019 lalu hingga saat ini, tiap harinya AVA menerima 50.000 pertanyaan pelanggan per harinya.

Pertanyaan pelanggan tersebut seluruhnya seputar bisa seputar pembelian tiket, alokasi bagasi, pembelian makanan dan minuman, pemilihan tempat duduk, dan lainnya.

"Salah satu alasan AVA begitu sukses adalah (karena) dia menggunakan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan produk yang tepat untuk tamu yang tepat," ujar Adam.

Adapun kini fitur live chat itu dapat melayani pelanggan dalam 11 bahasa yakni bahasa Melayu, Inggris, Cina, Jepang, Korea, Hindi, Tagalog, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

AirAsia akan mengembangkan fitur AVA ini agar bisa mengubah jadwal penerbangan pelanggan dan mengubah ejaan nama pelanggan (pada tiket) jika salah.

"Kami berencana untuk menambahkan fitur yang lebih nyaman seperti perubahan penerbangan, perubahan nama (pemesan tiket), dan akan diintegrasikan dalam aplikasi WeChat pada kuartal keempat tahun ini," ujar Adam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X