Ekspor Riau Turun, karena Kabut Asap?

Kompas.com - 16/09/2019, 18:07 WIB
Kabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). KOMPAS.COM/IDONKabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana kabut asap di Provinsi Riau semakin parah. Bahkan kualitas udara di Pekanbaru sudah masuk level berbahaya dan aktivitas masyarakat pun terganggu.

Di sisi lain, kabar buruk juga datang dari Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai ekspor dari Provinsi Riau mengalami penurunan dari 1,2 miliar dollar AS pada Juli 2019 menjadi hanya 1 miliar dollar AS pada Agustus 2019.

Apakah hal ini ada kaitannya dengan kabut asap? Kepala BPS Suharyanto mengatakan, turunnya nilai ekspor Riau harus dilihat secara hati-hati.

"Memang dari Juli ke Agustus ada penurunan. Kalau kita lihat penurunan itu bisa dilacak," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

"Agak hati-hati kalau ada penurunan bukan semata-mata karena kebakaran lahan," sambung dia.

BPS mengungkapan salah satu komoditas ekspor Provinsi Riau yang mengalami penurunan yakni minyak kepala sawit.

Meski kebakaran lahan juga kerap dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit, namun BPS menilai penurunan ekspor Riau tidak bisa dikaitkan dengan kebakaran lahan yang terjadi.

Menurut Suhariyanto perlu melihat lebih dalam lagi angka-angka ekspor Provinsi Riau agar bisa dianalisis apakah terpengaruh kebakaran lahan atau tidak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X