Ditanya Peluang Ekpor Babi ke China, Apa Jawaban Mentan?

Kompas.com - 18/09/2019, 15:34 WIB
Ilustrasi impor SHUTTERSTOCKIlustrasi impor

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak banyak yang tahu, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor babi di dunia. Kini pangsa pasar pun terbuka lebar untuk ekspor babi ke China.

Hal ini menyusul tingginya harga daging babi lantaran demam babi Afrika yang tengah menjangkit banyak babi di China. Bahkan, jutaan babi di Negeri Tirai Bambu tersebut dimusnahkan karena penyakit tersebut.

Ditanya soal peluang Indonesia mengekspor babi ke China, Mentan enggan banyak bicara. Ia menilai ada hal lain yang lebih penting diekspor ketimbang babi.

"Oh, jangan itu yang dicatat," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakata, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Ada Virus Demam Babi, Inflasi China Tertinggi dalam 15 Bulan

Mentan justru mengalihkan pembicaraan. Ia bilang Indonesia punya rencana lain, yakni mengekspor nanas, mangga hingga sarang burung walet ke Argentina.

Selain itu, kata dia, Indonesia juga punya rencana akan menambah volume ekpor CPO yang merupakan komoditas unggulan Indonesia.

Saat ini, China sedang diterpa masalah mahalnya harga daging babi. Akibatnya inflasi melonjak ke angka 2,7 persen pada Juni 2019, angka ini menjadi yang tertinggi sejak 15 bulan terakhir.

Harga daging babi melonjak 18,2 persen pada Mei 2019, sementara harga buah segar setiap tahunnya naik 26,7 persen karena cuaca buruk.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Beberkan Alasan Indonesian Masih Membutuhkan Impor BBM

Pertamina Beberkan Alasan Indonesian Masih Membutuhkan Impor BBM

Whats New
Gubernur BI: Alhamdulillah, Rupiah Sudah Tembus di Bawah Rp 14.000...

Gubernur BI: Alhamdulillah, Rupiah Sudah Tembus di Bawah Rp 14.000...

Whats New
Telkom Raih Laba Bersih Rp 18,66 Triliun, Pengamat Nilai Manajemen Sudah On the Right Track

Telkom Raih Laba Bersih Rp 18,66 Triliun, Pengamat Nilai Manajemen Sudah On the Right Track

Whats New
Kala Nama-nama Besar Perusahaan Teknologi Mulai Rontok Akibat Covid-19

Kala Nama-nama Besar Perusahaan Teknologi Mulai Rontok Akibat Covid-19

Whats New
New Normal, Bos Garuda Usul Penumpang Pesawat Hanya Diwajibkan Rapid Test

New Normal, Bos Garuda Usul Penumpang Pesawat Hanya Diwajibkan Rapid Test

Whats New
Pasangan Baru Menikah Ingin Segera Punya Rumah? Simak Tips Ini

Pasangan Baru Menikah Ingin Segera Punya Rumah? Simak Tips Ini

Spend Smart
Lowongan Kerja BUMN Terbaru, Ini Posisi yang Dicari

Lowongan Kerja BUMN Terbaru, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Begini Cara Kementan untuk Perluas Lahan Pangan

Begini Cara Kementan untuk Perluas Lahan Pangan

Whats New
Dirut Garuda: 135 Pilot Garuda Bukan Di-PHK, tapi Dipercepat Masa Kontrak Kerjanya

Dirut Garuda: 135 Pilot Garuda Bukan Di-PHK, tapi Dipercepat Masa Kontrak Kerjanya

Whats New
Kini Dimiliki Grup Salim, Bank Ina Gandeng Indomaret dan Indogrosir

Kini Dimiliki Grup Salim, Bank Ina Gandeng Indomaret dan Indogrosir

Whats New
Pandemi Corona, 70 Persen Pesawat Garuda Tak Terbang

Pandemi Corona, 70 Persen Pesawat Garuda Tak Terbang

Whats New
Survei PPM Manajemen: 80 Persen Pekerja Mengalami gejala Stres Karena Khawatir Kesehatan

Survei PPM Manajemen: 80 Persen Pekerja Mengalami gejala Stres Karena Khawatir Kesehatan

Whats New
4 Komponen Pemotong Gaji Karyawan, Bakal Ditambah Tapera

4 Komponen Pemotong Gaji Karyawan, Bakal Ditambah Tapera

Whats New
Pisah Dengan Aramco, Pertamina Cari Partner Baru Garap Kilang Cilacap

Pisah Dengan Aramco, Pertamina Cari Partner Baru Garap Kilang Cilacap

Whats New
BKPM Ajak Pemprov Dorong Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

BKPM Ajak Pemprov Dorong Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X