Perokok Bakal Berhenti Merokok Jika Harga Per Bungkus Rp 70.000

Kompas.com - 18/09/2019, 16:50 WIB
Ilustrasi rokok ShutterstockIlustrasi rokok

Menurutnya kenaikan cukai dan HJE sebesar dua kali lipat dinilai perlu, sebab saat ini pasar rokok SKM menguasai pasar rokok. Berdasarkan data yang ia miliki, pada 2018 rokok SKM memiliki pangsa pasar 73 persen produksi rokok.Bahkan tahun lalu juga, tercatat industri rokok SKM golongan I memproduksi 211 miliar batang per tahunnya.

"Artinya apa? Artinya harga termahal masih mampu dibeli orang-orang masih mau beli. Jadi belum cukup tinggi harga termahal pun. Usulan saya, cukai SKM I dinaikkan, iklan rikok dilarang," ujar dia.

Sementara di sisi lain, menurut Abdillah pemerintah perlu memberikan intensif berupa kenaikan cukai yang lebih rendah terhadap industri rokok sigaret kretek tangan (SKT). Pasalnya, jenis industri ini lah yang paling menyerap tenaga kerja di dalamnya.

"Kalau mau membela petani tembakau larang lah rokok mesin," ujar dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X