OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5 Persen

Kompas.com - 20/09/2019, 07:00 WIB
ilustrasi peta Indonesia THINKSTOCKS/NARUEDOMilustrasi peta Indonesia

“Tahun 2015-2016, pelemahan ekonomi China menyeret pertumbuhan PDB global 0,7 persen per tahun selama dua tahun berturut dan perdagangan global turun 1,5 persen per tahun dengan efek terbesar pada ekonomi negara-negara Asia,” kata Boone.

Efek perlambatan ekonomi dan perdagangan global semacam itu, menurutnya, akan lebih parah jika kebijakan makroekonomi tidak mampu merespons secara penuh untuk menangkis (offset) tekanan ekonomi akibat terbatasnya ruang kebijakan.

Namun, ia menilai, tingkat pendapatan yang dalam tren meningkat, tren tingkat kemiskinan yang menurun, serta kebijakan suku bunga acuan yang melonggar harusnya dapat menopang perekonomian.

“Hal-hal itu harusnya dapat memastikan bahwa permintaan sektor swasta tetap terjaga kuat,” tutur Boone.

Baca juga: Bonus Demografi, Modal Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

OECD memandang, negara emerging markets seperti India, Meksiko, Brasil, Rusia, dan Indonesia memiliki keuntungan dengan kebijakan nilai tukar fleksibel (flexible exchange rate frameworks) dan eksposur utang luar negeri yang terkendali.

Dengan tingkat inflasi yang tetap rendah, kebijakan moneter akomodatif dapat terus berlanjut. Namun di samping itu, OECD mendorong penguatan kebijakan fiskal pada negara emerging markets untuk mengimbangi instrumen moneter suku bunga acuan. (Grace Olivia)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: OECD pangkas lagi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% di 2019 dan 2020

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X