Garuda Indonesia Tutup Satu-satunya Rute Penerbangan di Bandara Kertajati

Kompas.com - 20/09/2019, 14:07 WIB
Para penumpang saat mengantre di loket Bandara Kertajati beberapa waktu lalu. Pemprov Jabar dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia memnerikan diskon penginapan hingga 60 persen bagi para penumpang Bandara Kertajati. Dokumentasi Humas PT BIJBPara penumpang saat mengantre di loket Bandara Kertajati beberapa waktu lalu. Pemprov Jabar dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia memnerikan diskon penginapan hingga 60 persen bagi para penumpang Bandara Kertajati.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT. Garuda Indonesia Tbk kini sudah menutup layanan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Sebelumnya, maskapai plat merah ini hanya membuka satu penerbangan dalam sehari.

"Memang kita sejak Agustus 2019 sudah enggak terbang. Jadi Kertajati itu satu-rutenya ya, Denpasar-Kertajati, maksudnya Bandungan lah ya," kata Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk. Ikhsan Rosan ketika dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca juga : Citilink Tutup Penerbangan Rute Kertajati

Ikhsan mengatakan, alasan manajemen akhirnya menutup penerbangan di Kertajati karena tingkat keterisian penumpang atau load factor yang terus menurun.

Selain itu, ada kemungkinan minat penumpang ketika mau ke Bandung harus lewat Jakarta atau Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Nah, awalnya tingkat keterisian penumpangnya bagus, cuma lama-lama turun," ungkapnya.

Dia menjelaskan, kemungkinan besar penumpang masih lebih nyaman terbang ke Bandar Soekarno-Hatta dibandingkan langsung ke Kertajati, ketika ingin ke Bandung atau Jabar. Apalagi, selama ini ada 12 penerbangan Garuda Indonesia melayani Denpasar-Jakarta.

"Garuda terbang Denpasar-Jakarta itu kan banyak. Kemungkinan penumpangnya beralih lewat Jakarta, terus ke Bandung lewat kereta atau bus. Karena mungkin mereka mikirnya lebih nyaman lewat Cengkareng," terangnya.

Ia menambahkan, alasan lain menutup rute ini ialah lebih pada pertimbangan biaya operasional yang dianggap tidak sebanding dengan tingkat load faktor. Kendati demikian, kebijakan ini masih bersifat sementara.

"Jadi memang alasan komersial lah," pungkas Ikhsan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X