GAPPMI Minta Pemerintah Pastikan Kecukupan Pasokan Garam

Kompas.com - 24/09/2019, 19:05 WIB
Aktivitas petani garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.  Gambar diambil pada Rabu (6/9/2017). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANAktivitas petani garam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Gambar diambil pada Rabu (6/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) meminta pemerintah memastikan pasokan garam untuk industri.

Permintaan itu dilontarkan untuk menanggapi soal banyaknya garam lokal yang belum terserap industri.

Selain kendala dari sisi kualitas, pasokan garam yang tidak menentu juga menjadi kendala utama garam lokal tidak bisa terserap dengan baik.

Padahal, industri merupakan penyerap garam terbesar baik untuk bahan baku maupun bahan penolong.

Baca juga : Susi: Harga Garam Petani Anjlok Karena Impor Berlebih dan Bocor

Data Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengungkap, penyerapan garam oleh industri kimia sebesar 46 persen, konsumsi rumah tangga 18 persen, pakan ternak 13 persen, dan makanan minuman 12 persen.

"Indonesia ada musim panen tiba-tiba enggak ada pasokan. Industri termasuk industri aneka pangan di GAPMMI tidak bisa seperti itu. Kami perlu dukungan dari pemerintah untuk memastikan pasokan garam," kata Wakil Sekjen GAPPMI Ribut Purwanti di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dia bilang, bukan tidak mungkin industri aneka pangan di Indonesia bisa mengadopsi garam dalam negeri selama kualitasnya sesuai standarisasi dari industri itu sendiri. Industri juga membutuhkan harga garam yang kompetitif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X