Temukan Biji Kopi Mengandung Pestisida, Ini yang Dilakukan Nestle

Kompas.com - 01/10/2019, 12:19 WIB
Ilustrasi biji kopi Albert SupargoIlustrasi biji kopi

NEW YORK,KOMPAS.com - Nestle akan meningkatkan pemeriksaan pada biji kopi yang mereka beli. Hal ini seiring dengan penemuan biji kopi yang mengandung pestisida.

Dikutip dari Bloomberg Selasa (1/10/2019),  dalam sebuah tes yang dilakukan oleh Nestle baru-baru ini, menunjukkan bahwa biji kopi dari beberapa negara memiliki kadar weedkiller glyphosate (sejenis pestisida) yang mendekati ambang batas yang diperbolehkan.

Roaster kopi terbesar di dunia telah memberi tahu pemasok biji kopi dari Indonesia dan Brasil tertentu tentang prosedur baru, yang mulai berlaku mulai 1 Oktober. 

Perusahaan mengatakan langkah-langkah ini 'bersifat sementara' sampai negara-negara produsen memperbaiki penggunaan pestisida tersebut.

Baca juga: Kopi Sachet Masih Jadi Penguasa...

Perubahan ini dilakukan karena ada banyak negara telah melarang atau berusaha untuk melarang penggunaan glyphosate..

"Kami secara aktif memantau residu kimia, termasuk glyphosate yang ada pada greenbeans yang kami beli," kata Nestle yang berbasis di Swiss dalam sebuah pernyataan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Program pemantauan ini menunjukkan bahwa dalam beberapa greenbean terdapat kadar residu kimia yang mendekati batas yang ditentukan oleh peraturan. Kami akan memperkuat kontrol dan berkomunikasi dengan pemasok kopi untuk memastikan bahwa greenbeans kami terus memenuhi peraturan di seluruh dunia," tambahnya.

Langkah-langkah yang ambil itu berpotensi mempersulit arus perdagangan kopi global. Persyaratan pengujian tambahan sebagian besar untuk biji yang dikirim ke pabrik-pabrik di Eropa, Australia dan Malaysia, di mana batasan resmi glyphosate lebih ketat daripada kebanyakan negara lain. 

Nestle mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan petani untuk mengurangi kebutuhan glyphosate.

“Ahli agronomi kami akan terus bekerja dengan petani kopi untuk membantu mereka meningkatkan cara mengatur hama, termasuk penggunaan herbisida yang sesuai dan adopsi metode penyiangan lainnya,” sebutnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Bikin Regulasi Ekspor Biji Kopi Sangrai, Apa Sebabnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.