Pemerintah Diminta Bikin Regulasi Ekspor Biji Kopi Sangrai, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 20/09/2019, 17:08 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat membuka acara Rembug Kopi di Jakarta, Jumat (20/9/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAMenteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat membuka acara Rembug Kopi di Jakarta, Jumat (20/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kopi Indonesia sudah terkenal di mancanegara. Hal ini berbanding lurus dengan permintaan ekspor kopi yang tinggi dari Asia hingga Eropa.

Kendati demikian, kebanyakan ekspor kopi Indonesia masih berbentuk green bean dan red cherry alias biji mentah. Alhasil, harganya akan lebih murah dibanding kopi yang telah disangrai.

Murahnya harga tentu akan berakibat pada pendapatan petani yang semakin mengecil. Untuk itu, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) meminta pemerintah untuk membuat regulasi soal ekspor kopi dalam bentuk biji kopi sangrai (roasted bean).

"Kami dari dewan kopi ingin pemerintah hendaknya membuat regulasi, ekspornya tidak green bean. Kasihan petaninya harga biji kopi jadi murah. Ya minimal harus di-roasting, harus di bentuk jadi. Syukur-syukur harus sudah finish product," kata pihak Dewan Kopi Indonesia Lisa Ayodhia di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Bisnis Kopi Menjanjikan, tetapi...

Lisa mengatakan, saat ini hanya ada beberapa kopi roasting yang telah berhasil ekspor. Bahkan, kopi dengan kemasan masih bisa dihitung jari.

"Makanya kita ngotot kepada pemerintah, bagaimana pemerintah membuat regulasi tidak green bean tetapi roasted bean," ungkap dia.

Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia A. Syafrudin mengakui, memang saat ini lebih banyak pengekspor kopi yang mengekspor green bean. Pasalnya, cara pengolahan biji sangrai (roasted bean) agak lebih kompleks sehingga diperlukan edukasi kepada pengekspor kopi.

"Kalau roasted bean itu packaging-nya alumunium foil, berapa lama bisa bertahan, penyegarannya, dan paling penting bagaimana kulaitas roasted bean itu bisa sama kualitasnya dengan green bean. Itu perlu kita edukasi," kata A. Syafrudin dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Kopi Asal Sumedang Rambah Pasar Afrika

Untuk itu, pihaknya bersama asosiasi lain dan pemerintah tengah gencar-gencarnya memberikan edukasi kepada pengekspor kopi. Adapun saat ini, sudah terlihat bertambahnya pengekspor biji kopi sangrai meski jumlah ekspornya belum signifikan.

"Sudah ada beberapa pengekspor di berbagai tempat yang mulai ekspor roasted bean meski jumlahnya belum tercatat signifikan. Tapi edukasi akan terus kita lakukan. Saya kira itu yang kita perlu dorong," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X