Imbas Unjuk Rasa di Hong Kong, Dana Rp 56,6 Triliun Kabur ke Singapura

Kompas.com - 04/10/2019, 06:18 WIB
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Singapura diprediksi bisa kebanjiran dana hingga 4 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 56,6 triliun dari Hong Kong.

Ini merupakan imbas dari gejolak demonstrasi yang tak kunjung mereda di Hong Kong.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (4/10/2019), angka tersebut merupakan estimasi Goldman Sachs Group Inc. Dana itu adalah dana investor yang dipindahkan ke Singapura akibat memanasnya kondisi politik di Hong Kong.

Goldman Sachs mengestimasikan arus modal yang keluar dari simpanan di Hong Kong mencapai 3 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 42,5 triliun hingga 4 miliar dollar AS. Singapura dipandang sebagai pusat keuangan alternatif di kawasan Asia.

Baca juga: Bisnis Terpukul Demonstrasi, Forever 21 Hengkang dari Hong Kong

Menurut data Otoritas Moneter Hong Kong, simpanan dalam mata uang dollar Hong Kong merosot 1,6 persen pada Agustus 2019 dibanding bulan sebelumnya menjadi 6,84 triliun dollar Hong Kong atau setara 873 miliar dollar AS, kira-kira sepadan dengan Rp 12.367 triliun.

Ini merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari setahun.

Pimpinan otoritas moneter mengaitkan penurunan tersebut dengan minimnya penawaran umun perdana atau initial public offering (IPO), namun ada sedikit peningkatan pada minggu pertama September 2019.

Ini terjadi sebelum peningkatan aksi demonstrasi lebih jauh terjadi di Hong Kong.

"Kami melihat adanya arus modal keluar dari simpanan (dalam) dollar Hong Hong dan arus modal masuk ke simpanan valas di Singapura," kata analis Goldman Sachs Gurpreet Singh Sahi dan Yinqiang Guo dalam catatan kepada investor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X