Waskita Karya Terima Pembayaran Rp 2,52 Triliun dari 4 Proyek

Kompas.com - 08/10/2019, 14:44 WIB
Pemasangan pier head perdana pada konstruksi Jalan Tol Jakarta CIkampek II (Elevated), Rabu (13/12/2017) malam. Kompas.com / Dani PrabowoPemasangan pier head perdana pada konstruksi Jalan Tol Jakarta CIkampek II (Elevated), Rabu (13/12/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada bulan Oktober 2019 ini akan menerima pembayaran dari 4 proyek turnkey yang telah dikerjakan senilai sekira Rp 2,52 triliun.

Keempat proyek tersebut adalah Proyek LRT Sumatera Selatan senilai Rp 500 miliar, Proyek Tol Kunciran-Parigi Rp 700 miliar, Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Rp 327 miliar, dan Proyek Tol Cinere-Serpong Rp 1 triliun.

“Khusus tol Cinere-Serpong proses pemenuhan persyaratan administrasinya masih berlangsung dan diharapkan pencairannya dapat dilaksanakan pada bulan Oktober ini,” kata Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Waskita Karya Usulkan Smart Building di Ibu Kota Baru

Seiring dengan telah selesainya progres pembangunan proyek infrastruktur jalan tol dan proyek strategis nasional lainnya, hingga akhir tahun 2019 Waskita akan menerima pembayaran sejumlah proyek turnkey.

Selain empat proyek tersebut, Waskita juga akan melakukan penagihan untuk pekerjaan proyek tol Trans Sumatera yang dikembangkan oleh PT Hutama Karya (Persero) dan selesai pada tahun 2019. Dari proyek tol Trans Sumatera ini waskita diharapkan dapat menerima pembayaran sebesar Rp 13 triliun.

Selanjutnya Waskita juga akan menerima pembayaran dari proyek tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Pembayaran sebesar Rp 4,5 triliun dari Tol Japek II Elevated diharapkan dapat diterima pada Desember 2019.

Pembayaran atas proyek-proyek ini termasuk dalam rencana penerimaan kas masuk dari proyek turnkey sebesar Rp 24 triliun yang selesai di tahun 2019.

"Dengan pembayaran tersebut, diharapkan akan membantu menjaga rasio utang berbunga terhadap modal ini sebesar 2,3 kali di akhir tahun 2019," jelas Haris.

Baca juga: Punya Utang Rp 103,7 Triliun, Waskita Anggap Masih Wajar

Sejak tahun 2014, Waskita mengerjakan berbagai proyek strategis nasional, baik infastruktur jalan tol, LRT, maupun bendungan yang sebagian besar dikerjakan dengan skema pendanaan turnkey.

Sebanyak 18 ruas jalan tol sepanjang 1.013 kilometer yang konsesinya dimiliki Waskita telah selesai dibangun dan saat ini sebagian besar sudah dioperasikan.

Di Palembang, Sumatera Selatan, Waskita telah membangun LRT dan telah dioperasikan sejak 1 Agustus 2018. Konstruksi LRT senilai Rp 10,9 triliun dilaksanakan oleh Waskita, trainset atau gerbong LRT dibuat di Pabrik PT INKA (Persero) di Madiun.

Adapun PT Len Industri menyiapkan sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, kelistrikan gardu atau substation, signal on depot, dan prasarana untuk tiket elektronik.

Sementara itu, proyek strategis nasional bendungan yang telah selesai dikerjakan Waskita adalah Bendungan Raknamo di Kupang, NTT, Bendungan Gondang di Karanganyar, Solo, Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, dan Bendungan Kamijoro di Yogyakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X