Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imbas Perang Dagang, Ekspor dan Impor China Anjlok Lagi

Kompas.com - 14/10/2019, 18:52 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Bloomberg

HONG KONG, KOMPAS.com - Ekspor dan impor China merosot lebih besar dari ekspektasi pada September 2019.

Penyebabnya adalah melemahnya permintaan, sejalan dengan terus berlakunya tarif dari AS akibat perang dagang dan melambatnya perdagangan global.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (14/10/2019), ekspor menurun 3,2 persen dalam dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara impor anjlok 8,5 persen. Dampaknya, menurut data Bea dan Cukai China, surplus neraca perdagangan mencapai 39,65 miliar dollar AS.

Kalangan ekonom memproyeksikan ekspor turun 2,8 persen, sementara impor ambrol 6 persen.

"Penyebab utamanya jelas adalah melambatnya perekonomian global," kata Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie Securities Ltd.

Baca juga: Perang Dagang, Indonesia Bukan Negara Pilihan untuk Relokasi Industri dari China

Melemahnya data perdagangan China menegaskan pentingnya kesepakatan perdagangan antara China dan AS. Ini lantaran perekonomian China menderita akibat melambatnya permintaan di dalam negeri maupun dari luar negeri.

Anjloknya impor menjadi pertanda buruk bagi perekonomian domestik China.

"Kesepakatan kecil (antara China dan AS) tentu baik, karena mencegah kondisi bertambah buruk. Namun, ini tidak akan membuat situasi lebih baik," imbuh Hu.

Ekspor China ke AS anjlok hampir 22 persen pada September 2019 secara tahunan (year on year/yoy), sementara impor merosot hampir 16 persen (yoy).

"Ini jelas kehancuran yang terjadi akibat perang dagang," ujar Iris Pang, ekonom di ING Bank NV di Hong Kong.

Baca juga: Perang Dagang, Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Makin Sulit

Sementara itu, ekspor ke Vietnam melonjak. Menurut Pang, mengubah rute ekspor ke Vietnam merupakan hal baik karena akan menyederhanakan proses dan menghindari tarif impor yang dikenakan AS.

Kesepakatan sementara yang dicapai China dan AS jelas menghambat penerapan tarif lebih lanjut, yang diikuti peningkatan pembelian China terhadap produk pertanian AS.

Jika kesepakatan berlanjut, maka keyakinan pelaku usaha akan meningkat, meski belum jelas apakah penerapan tarif lanjutan akan tetap diberlakukan pada Desember 2019 atau tidak.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Whats New
Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com