Punya Investasi Reksa Dana? Mainkan Strategi Ini Biar Raup Untung

Kompas.com - 19/10/2019, 10:29 WIB
Ilustrasi investasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi.

KOMPAS.com - Kemudahan berinvestasi telah membawa banyak perubahan di dalam aktifitas keuangan. Minat masyarakat untuk berinvestasi terbilang sudah mulai tinggi, terutama kaum produktif yang masih muda dan sudah mengerti pentingnya mengelola keuangan dengan baik.

Jika Anda salah satu di antaranya, maka memilih investasi reksa dana tentu bisa jadi pertimbangan. Selama beberapa tahun belakangan, reksa dana sudah mulai menjadi salah satu yang paling banyak diminati.

Hal ini sangat wajar, mengingat imbal hasil yang bisa didapatkan dari investasi ini memang terbilang cukup besar. Jika tertarik investasi reksa dana, pastikan Anda memahami dengan baik instrumen yang satu ini lebih dahulu.

Mengingat risiko yang terdapat pada investasi ini juga akan berbanding lurus dengan imbal hasilnya yang cukup tinggi. Dibutuhkan kemampuan yang baik dalam mengelola reksa dana, sehingga investasi ini kelak bisa memberikan keuntungan yang maksimal bagi keuangan.

Selain itu, pelajari juga berbagai strategi yang tepat sejak awal, sehingga investasi reksa dana yang Anda jalankan bisa berjalan aman. Jadi, jangan lupa mainkan strategi ini biar investasi reksa dana Anda cuan seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Jangan Abaikan Strategi ‘Market Timing’

Investasi reksa dana harus dilakukan dengan pertimbangan yang tepat, terutama terkait dengan waktu pembelian dan penjualannya. Jika investasi reksa dana Anda lakukan di saat kondisi pasar sedang menguat dengan harga yang masih terbilang rendah, maka potensi keuntungan dari investasi reksa dana ini tentu akan besar.

Namun sebaliknya, jika Anda membeli reksa dengan terburu-buru ketika harganya sedang tinggi, maka potensi keuntungan ini tentu kecil. Apalagi jika akhirnya Anda menjual di saat harga sedang turun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penting untuk selalu mencermati indikator IHSG dan juga pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan dalam investasi reksa dana. Sehingga investasi ini bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Selain itu, Anda juga perlu memahami dengan baik bahwa investasi reksa dana membutuhkan waktu yang tidak singkat (instan) untuk bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

2. Gunakan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)

Jika Anda termasuk investor yang suka bermain aman dan fokus menjaga nilai investasi tanpa berbagai usaha besar, maka strategi yang satu ini akan menjadi pilihan yang tepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X