LPS: Kredit Bermasalah di Perbankan Aman Hingga Tahun Depan, Asal...

Kompas.com - 04/11/2019, 20:21 WIB
Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpnanan (LPS) Fauzi Ichsan di Jakarta, Selasa (24/8/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAKepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpnanan (LPS) Fauzi Ichsan di Jakarta, Selasa (24/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, memastikan rasio kredit bermasalah di perbankan atau Non Performing Loal ( NPL) masih dalam status aman hingga tahun depan.

Meskipun begitu diakui oleh LPS, telah terjadi kenaikan tingkat kredit bermasalah dalam beberapa bulan terahir

"NPL memang naik beberapa persen tapi bisa dipastikan NPL masih aman hingga tahun depan asal diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang juga stabil", ujarnya di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Baca juga: NPL Berkisar 3 Persen Dianggap Tinggi, Ini Kata Bank Danamon

Menurut data LPS, tingkat NPL berada di angka 2,6 - 2,7 persen saat ini. LPS tak memungkiri adanya peluang tingkat kredit bermasalah di lembaga keuangan akan terus naik seiring perkembangan ekonomi

"Bisa saja naik dan turun semua tergantung pertumbuhan ekonomi dan tingginya bantalan perbankan Indonesia yang didukung dengan turunnya suku bunga bank," lanjutnya.

Meski begitu, LPS juga punya keyakinan NPL tetap akan aman lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di angka 5 persen per tahun.

"Pertumbuhan ekonomi sekarang 5,1 persen dan itu aman yang artinya apabila pertumbuhan ekonomi masih aman seperti ini NPL juga tidak akan naik", tutupnya.

Baca juga: Awal Tahun, Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Meningkat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X