Bulog Rambah Bisnis Online, Kini Beli Beras Bisa via Daring

Kompas.com - 26/11/2019, 12:48 WIB
Pekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.
ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANGPekerja mengangkat beras di Gudang Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/5). Stok beras Perum Bulog Divre Sulselbar mencapai 1.191 ton dan cukup untuk enam bulan kedepan termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang raya Idul Fitri 1440 H. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog merambah bisnis online dengan meluncurkan supermall pangan pertama di Indonesia bernama PangananDotCom. Dengan begitu, kini masyarakat bisa membeli beras Bulog secara online.

Dilansir dari Antaranews, Selasa (26/11/2019), peluncuran PangananDotCom dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso di Kompleks Pergudangan Kelapa Gading, Jakarta. Buwas, begitu ia kerap disapa, yakin Bulog bisa menjadi raja pasar di Indonesia.

"PangananDotCom diharapkan menjadi menjadi king market atau supermall bahan pangan online terbesar di seluruh Indonesia sehingga masyarakat mendapatkan pangan dan kebutuhan sehari-hari yang mudah dengan biaya pengiriman yang murah," ujarnya.

Baca juga: Dengan Aplikasi, Penyerapan Beras Bulog Jadi Lebih Optimal

Saat ini PangananDotCom bisa diakses di platform e-commerce Shopee. Meski begitu, Bulog memastikan bahwa nantinya BUMN tersebut akan menggendeng berbagai platform e-commerce yang lain.

Peluncuran PangananDotCom merupakan salah satu upaya Bulog untuk menjembatani bisnis di tengah perkembangan era yang serba digital saat ini. Diharapkan PangananDotCom bisa memudahkan akses masyarakat mendapatkan pangan dengan lebih mudah.

Selain itu, PangananDotCom juga akan menjadi salah satu upaya Bulog menyukseskan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sebab, penerima BPNT nantinya akan menerima kartu sembako dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Harapannya penerima bantuan dapat memperoleh bahan pangan dengan mudah dan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia, dan mereka tidak perlu lagi ke luar rumah, tidak perlu ke luar ongkos," kata Buwas.

Baca juga: Rudiantara Dinilai Cocok Jadi Dirut PLN, Ini Alasannya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X