Temui Wamen BUMN, Dirjen Perhubungan Udara Mau Bahas Harga Avtur?

Kompas.com - 28/11/2019, 14:37 WIB
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti di Jakarta, Selasa (22/10/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mendatangi Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 12.50 WIB.

Polana datang dengan ditemani dua orang stafnya. Dia mengatakan, ingin bertemu dengan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

“Mau ketemu Pak Wamen, mau ngobrol-ngobrol saja,” ujar Polana.

Baca juga: Menhub Undang Swasta Pasok Avtur, Ini Tanggapan Pertamina

Namun, saat ditanyai ihwal kedatangannya untuk pembahasan masalah avtur yang dijual Pertamina. Polana tak mau menjawabnya.

“Mau ngobrol-ngobrol saja sama Pak Wamen. Beliau kan teman lama saya,” kata Polana.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah mencari cara untuk menurunkan harga avtur yang berpengaruh pada mahalnya tiket pesawat. Apalagi, momen natal dan tahun baru di depan mata.

Salah satu cara yang dia tempuh yakni dengan mengundang pemain swasta untuk memasok avtur kepada maskapai-maskapai nasional di beberapa bandara.

Baca juga: Harga Avtur Pertamina Mahal, Menhub Akan Undang Pemasok Swasta

Adapun selama ini, PT Pertamina (Persero) merupakan satu-satunya pemasok avtur untuk maskapai nasional. Depo pengisian avtur Pertamina untuk pesawat udara baik domestik maupun internasional terdapat di 65 bandara.

"Saya sampaikan ke Pak Erick (Menteri BUMN), kalau tidak ada penurunan harga dari Pertamina, bulan Februari (2020) kita masukkan pemain yang lain," kata Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sebelum mengundang pihak swasta pada Februari 2020, Menhub bakal mengadakan rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk meminta PT Pertamina (Persero) menurunkan (rebalancing) harga avtur.

Pasalnya, harga avtur di Indonesia lebih mahal ketimbang harga avtur di Singapura. Di Jakarta sendiri, perbedaan harga mencapai 25 persen. Sementara di daerah lain, perbedaan harga avtur jauh lebih tinggi.

Baca juga: Pertamina : Mahalnya Avtur Karena Kondisi Geografis RI

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X