Jadwal Lelang SBN Dibatalkan, Pemerintah Sudah Kebanyakan Tarik Utang?

Kompas.com - 28/11/2019, 15:01 WIB
Ilustrasi utang luar negeri ShutterstockIlustrasi utang luar negeri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan jadwal lelang Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana domestik.

Jadwal lelang SBN yang dibatalkan yakni lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara) pada 3 Desember 20919 dan Surat Utang Negara (SUN) pada 10 Desember 2019.

"Dengan ini Pemerintah menginformasikan bahwa rencana lelang pada dua tanggal tersebut di atas ditiadakan," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (28/12/2019).

Baca juga: Sri Mulyani: Presiden Jokowi Ambisius, tapi Tak Andalkan Utang

Kemenkeu menyatakan, pembatalan rencana penerbitan SBN di pasar perdana tersebut diputuskan setelah mempertimbangkan outlook pemenuhan target pembiayaan APBN tahun 2019 yang bersumber dari lelang penerbitan SBN.

Berdasarkan realisasi Pembiayaan Utang hingga akhir Oktober 2019, seperti dikutip dari buku APBN KITa edisi November 2019, angkanya mencapai Rp384.52 triliun atau 107,03 persen target APBN. Artinya penarikan utang sudah lebih besar dari yang tercantum di APBN 2019.

Dilihat lebih dalam, realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) juga sudah melampaui APBN 2019. Angkanya sebesar Rp 401,71 triliun, atau 103,28 persen dari target APBN.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun posisi utang Pemerintah per akhir Oktober 2019 berada di angka Rp 4.756,13 triliun, dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB menjadi 29,87 persen.

Baca juga: Bertemu Sri Mulyani, Nadiem Salah Tingkah...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X