Dorong Daya Saing UMKM di Era Industri 4.0, Ini Langkah Pemerintah

Kompas.com - 28/11/2019, 15:39 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong UMKM untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan digital dalam memasarkan produknya.

Apalagi, UMKM merupakan sektor yang paling kuat atau tulang punggung perekonomian nasional untuk dapat tumbuh. Lebih dari 90 persen pelaku usaha di Indonesia masuk dalam kategori sektor UMKM.

Untuk itu, pelaku UMKM diharapkan dapat terus berkembang di tengah tantangan era revolusi industri 4.0.

"UMKM dari kelas menengah harus naik menjadi menjadi besar dan lebih besar lagi. Harus ada program pemberdayaan UMKM. Dengan ini UMKM bisa menjadi koperasi dan UMKM yang modern, dan mengarah digital di tengah revolusi industri 4.0," ujar Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Iman Pribadi dalam keterangannya pada Seminar Nasional Arah Pembiayaan UMKM Pasca PBl 17/2015 di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Prospek UMKM Melambat, Ini yang Perlu Diperbaiki

Menurut Imam, langkah pemerintah untuk mendongkrak sektor UMKM salah satunya dengan pemberdayaan Kredit Usaha Rakyat ( KUR). Saat ini bunga KUR cukup rendah, yakni 6 persen.

Dengan bunga KUR yang rendah ini, diharapkan menjadi peluang bagi UMKM untuk mengembangkan binisnya dan bisa bersaing.

"Industri seperti perbankan, penjaminan dan lainnya harus bisa berkolaborasi, sehingga produk-produk unggulan bisa berorientasi di pasar global. Integrasi UMKM juga diperlukan agar UMKM bisa punya daya saing dan berorientasi global bagaimana bisa menjadi pemain dunia," jelas Imam.

Kolaborasi antara pemerintah, regulator dan pelaku jasa keuangan terus dilakukan, salah satunya dengan mendorong perbankan untuk bisa meningkatkan porsi penyaluran kredit ke sektor UMKM sebesar 20 persen dari total kredit.

Hal ini tertuang dalam PBI Nomor 17/12/PBI/2015 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan UMKM.

Baca juga: Diaspora Indonesia Jadi Potensi Besar Ekspor Produk UMKM

Sementara itu, Assistant VP Economic Research PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk A Eddy Tri Wibowo menyebut, perbankan masih sangat mungkin untuk dapat tumbuh dari sektor UMKM seperti BRI.

Namun demikian, kata dia, perbankan harus perluas jaringannya. Seperti BRI yang memiliki jaringan sangat luas untuk mengelola sektor UMKM.

"BRI mulai bergerak jaringan dari Sabang hingga Merauke. Dengan jumlah tenaga pasar lebih dari 34.000 orang untuk kerja menggarap segmen UMKM ini. BRI mulai bergerak mulai dari jaringan yang merata. Jadi, bank-bank masih sangat mungkin untuk tumbuh dari sektor UMKM, tapi masalahnya di jaringan. Kalau jaringan luas pasti tercapai," ujar Eddy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X