Inflasi Desember 2019 Bisa Lebih Tinggi, BPS Minta Waspadai Tiket Pesawat

Kompas.com - 02/12/2019, 13:59 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam acara peluncuran buku Indeks Demokrasi Indonesia 2018 di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam acara peluncuran buku Indeks Demokrasi Indonesia 2018 di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,14 persen pada November 2019. Dengan demikian, inflasi berdasarkan tahun kalender mencapai 2,37 persen dan secara tahunan (yoy) mencapai 3,00 persen, lebih rendah dibanding 3,23 persen (yoy) 2018 dan 3,3 persen (yoy) tahun 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, bila melihat dari pola selama 2 tahun sebelumnya, inflasi pada bulan Desember 2019 kemungkinan akan lebih tinggi dibanding November 2019.

Sebab, Desember merupakan bulan liburan sekolah, natal, dan tahun baru. Tak ayal, permintaan konsumsi akan lebih meningkat pada bulan itu.

"Pola selama Desember tahun 2017-2018 itu inflasi selalu lebih tinggi. Setiap tahun dari Januari-Desember yang diwaspadai adalah bulan Ramadhan dan bulan Desember," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Apalagi, kata Suhariyanto, Natal, tahun baru, dan liburan sekolah memang selalu terjadi pada bulan Desember. Tidak seperti puasa dan Lebaran yang selalu berubah bulan dan tanggal.

Sehingga negara mana pun selain Indonesia bakal memperhatikan pola konsumsi masyarakat di bulan itu.

"Desember di negara manapun selalu menjadi perhatian karena permintaan konsumen selalu meningkat. Ada liburan, natal, dan tahun baru. Bisa dipastikan (inflasi) Desember lebih tinggi tapi mudah-mudahan terkendali," ucap Suhariyanto.

Baca juga : Inflasi November 2019 Capai 0,14 Persen, Ini Pemicunya

Untuk itu, dia meminta pemerintah waspada karena beberapa komoditas yang dipengaruhi cuaca dan musim akan sangat berfluktuasi termasuk tiket pesawat. Tiket pesawat ini lah yang harus diwaspadai peningkatannya.

Sedangkan komoditas lain seperti beras tidak membuat Kecuk khawatir. Sebab harga beras masih terjaga stabil di tingkat grosir dan eceran meski sedikit meningkat di tingkat petani.

"Waspada angkutan udara, permintaan angkutan udara naik, tiket biasanya akan naik. Sementara harga beras saya tidak khawatir. Meskipun harga beras agak naik di level pertanian, tapi di level grosir harga beras masih stabil," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X