Garuda Indonesia Beberkan Penyebab Mahalnya Penerbangan Haji

Kompas.com - 05/12/2019, 20:24 WIB
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia SHUTTERSTOCK/EXPOSEIlustrasi pesawat Garuda Indonesia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengungkap penyebab mahalnya harga tiket pesawat untuk penerbangan haji dari Tanah Air ke Mekkah.

Ungkapan itu disampaikan di depan Komisi VIII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 1441 Hijriah/2020 di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Pikri menjelaskan, mahalnya pelayanan haji disinyalir karena banyaknya komponen biaya yang ada. Komponen paling mahal adalah biaya sewa dan harga bahan bakar avtur mencapai 80 persen dari seluruh biaya operasional.

Baca juga: DPR Pertanyakan Mahalnya Penerbangan Haji di RI

"Kalau kita bicara mengenai cost, beberapa cost biayanya besar. Tapi biaya terbesar ada pada sewa pesawat dan bahan bakar mencakup 80 persen. Sementara 20 persennya adalah biaya lain-lain," ujar Pikri di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Apalagi kata Pikri, biaya avtur di wilayah RI tidak sama rata. Harga avtur yang termurah ada di Jakarta. Namun, harga itu jauh lebih mahal ketimbang harga avtur di Singapura.

"Harga bahan bakar di Jakarta itu yang paling murah. Sementara yang di luar Jakarta seperti Ujung Pandang lebih mahal. Kalau harga avtur di Indonesia sama, ini Alhamdulillah. Tapi yang sama kan baru (bensin) premium saja," ungkap Pikri.

Baca juga: Luhut Dukung Menteri BUMN Copot Ari Akhkara dari Dirut Garuda

Tak hanya itu, biaya pemberangkatan haji terdiri dari tiga kategori. Kategori itu terdiri dari biaya operasi langsung, biaya operasi tidak langsung, dan margin.

Biaya operasi langsung antara lain bahan bakar, biaya sewa, biaya asuransi, biaya jasa, biaya parkir, dan biaya pendaratan. Sementara biaya tidak langsung antara lain biaya staff darat, biaya check-in, dan asuransi jamaah untuk risiko di luar penerbangan.

"Belum lagi angkutan darat dari asrama haji ke bandara dan sebaliknya menjadi tanggung jawab airline. Kalau asrama hajinya di Bekasi, sedangkan penerbangan di Kertajati, maka akan menambah biaya juga," sebut dia.

Baca juga: Dirut Garuda Dicopot, Kemenhub Mulai Ungkap Ada Hal Janggal

Kendati demikian, Pikri mengaku pihaknya bakal mengupayakan harga yang lebih realistis. Dia pun berharap nilai tukar rupiah terus menguat sehingga dana penerbangan haji jauh lebih murah.

"Mudah-mudahan nilai tukar terus turun hingga tahun depan. Harga bahan bakar lebih murah. Intinya kami tidak ingin memberatkan, kita berusaha sebaik mungkin agar tidak ada kenaikan," pungkasnya.

Baca juga: Erick Thohir Soal Penyelundupan Harley: Ini Sungguh Menyedihkan...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X