Kementan Bantah Banyak Sapi Indukan Mati dan Malnutrisi

Kompas.com - 11/12/2019, 05:15 WIB
Kondisi sapi indukan bantuan pemerintah Dokumen Kementerian Pertanian Kondisi sapi indukan bantuan pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) membantah banyaknya sapi Australia yang dibeli pemerintah tahun 2018 yang mati dan malnutrisi.

Hal tersebut disampaikan Kementan setelah media Australia, ABC melaporlan ada sekitar 72 ekor sapi, atau sekitar 3 persen dari keseluruhan sapi yang dibeli, ditemukan mati pada Juni 2019.

"Tidak benar kalau dikatakan banyak mati. Semua dalam kondisi baik. Data kita malah populasi meningkat 5 persen dari populasi awal. Ada kelahiran 130 ekor", kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Sugiono dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Disebut Menteri Segala Urusan, Ini Jawaban Luhut

Sugiono mengatakan, sapi indukan Brahman Cross pemerintah sebanyak 2.652 ekor disebar di 15 provinsi pada 2018. Saat ini kata dia, sapi-sapi tersebut telah berkembangbiak dengan baik sehingga populasinya jadi 2.782 ekor.

Bahkan ucapnya, pertumbuhan jumlah sapi tersebut terjadi hampir di semua provinsi penerima bantuan kecuali Provinsi Kepulauan Riau.

Provinsi Bengkulu mencatat penambahan jumlah sapi 21 persen dari 95 ekor jadi 115 ekor, Sumatera Barat meningkat 20 persen dari jumlah awal 110 ekor.

Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, Sugiono mengakui jumlah sapi bantuan pemerintah berkurang sebanyak 16 ekor dari jumlah awal 150 ekor.

Baca juga: Faisal Basri: Larangan Ekspor Benih Lobster Dicabut, Sudah Gila Itu

Namun hal ini disebut karena kemarau yang panjang yang terjadi dari bulan Januari-Juni 2019,

"Secara umum di 130 kelompok ternak dan 12 UPTD pada 15 provinsi dalam kondisi baik. Memang ada yang body condition score (BCS) rendah, namun itu di bawah 2 persen", kata Sugiono.

Ia juga mengatakan, Kementan mengawasi pertumbuhan sapi bibit bantuan tersebut. Bahkan sampai menurunkan tim investigasi bila ada kematian.

Selain pemerintah, ada juga pembinaan dan pendampingan khususfdari Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) bekerja sama dengan pihak Australia untuk memastikan kondisi sapi tetap dalam kondisi baik.

Baca juga: Harta Istri Pendiri Gudang Garam Lenyap Rp 36,4 Triliun, Mengapa?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X