Transfer Dana ke Luar Negeri, Nasabah dan Bank Wajib Laporkan Tujuan Penerima ke BI

Kompas.com - 18/12/2019, 08:36 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyempurnakan ketentuan yang mengatur Lalu Lintas Devisa (LLD) dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 21/15/PBI/2019 tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Bank dan Nasabah (PBI LLD Bank).

Regulasi ini akan berlaku pada 2 Januari 2020. Peraturan BI ini mencabut regulasi sebelumnya, yaitu PBI No.18/10/PBI/2016.

"Penyempurnaan ini dilakukan dalam rangka mendorong transparansi dan meningkatkan ketersediaan informasi kegiatan LLD melalui pengaturan kembali ketentuan mengenai penyampaian data dan keterangan, termasuk informasi terkait pengeluaran devisa pembayaran impor (DPI)," tulis BI dalam keterangan rilisnya, Selasa (17/12/2019).

Baca juga: Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi 126,6 Miliar Dollar AS

Pokok-pokok perubahan dalam peraturan BI yang mengatur Lalu Lintas Devisa Bank dan Nasabah meliputi, penyesuaian cakupan laporan, dengan menambahkan laporan pendukung berupa Laporan Rekening Khusus Devisa Hasil Ekspor dari Sumber Daya Alam (DHE SDA) dan Laporan Transaksi DHE dan DPI.

Nasabah Harus Melapor

Dalam ketentuan tersebut, nasabah harus menyampaikan informasi tujuan transaksi transfer dana keluar kepada Bank untuk dicantumkan pada message Financial Transaction Messaging System (FTMS).

Apabila tidak mematuhi ketentuan tersebut, BI akan mengenakan sanksi administratif. Dengan ketentuan, bank yang terlambat menyampaikan laporan LLD dikenakan sanksi administratif denda sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan.

Lain halnya, apabila bank tidak menyampaikan laporan Lalu Lintas Devisa, dikenakan denda sebesar Rp 50 juta. Sementara, bank yang dinyatakan tidak menyampaikan laporan LLD dengan benar akan dikenakan denda mulai Rp 25.000 untuk setiap rincian baris (field) yang tidak benar hingga Rp 50 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Changi Aviation Summit 2022, Menhub akan Bahas Kebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Hadiri Changi Aviation Summit 2022, Menhub akan Bahas Kebangkitan Industri Penerbangan Indonesia

Rilis
Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Masih Lesu, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Masih Lesu, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Tips Aman Berinvestasi Bitcoin di Platform Exchange

Tips Aman Berinvestasi Bitcoin di Platform Exchange

BrandzView
Beda Gaya Berpakaian Elon Musk Temui Jokowi, Luhut, dan PM India

Beda Gaya Berpakaian Elon Musk Temui Jokowi, Luhut, dan PM India

Whats New
IHSG Bakal Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Petani Sawit Bakal Geruduk Istana dan Kantor Airlangga, Ini Tuntutannya

Petani Sawit Bakal Geruduk Istana dan Kantor Airlangga, Ini Tuntutannya

Whats New
Jadwal Baru KA Pangrango Bogor-Sukabumi Mulai Hari Ini

Jadwal Baru KA Pangrango Bogor-Sukabumi Mulai Hari Ini

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Saham Twitter dan Tesla Rontok

Wall Street Mayoritas Merah, Saham Twitter dan Tesla Rontok

Whats New
Perkembangan UMKM Sektor Jasa Konstruksi di Masa Pandemi

Perkembangan UMKM Sektor Jasa Konstruksi di Masa Pandemi

Whats New
Mengenal Tabungan Emas, Produk Pegadaian yang Digugat Rp 322,5 Miliar

Mengenal Tabungan Emas, Produk Pegadaian yang Digugat Rp 322,5 Miliar

Whats New
7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

Rilis
[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Whats New
Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.