Tips untuk Korban Banjir agar Baju Kotor Tak Ditolak Laundry

Kompas.com - 03/01/2020, 13:24 WIB
Mencuci sambil ngopi di Foam Coffee and Coin Laundry yang beralamat di Merdeka Lodge, Jl. Merdeka IV no. 17, Renon, Denpasar, Bali. KOMPAS.COM/OKY HARTANTOMencuci sambil ngopi di Foam Coffee and Coin Laundry yang beralamat di Merdeka Lodge, Jl. Merdeka IV no. 17, Renon, Denpasar, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas banjir yang menerjang Jabodetabek membuat permintaan jasa binatu alias laundry melonjak tajam. Bagi sebagian korban, memilih jasa laundry jauh lebih praktis ketimbang mencuci sendiri usai banjir surut.

Kendati demikian, menurut Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) Apik Primadya, tak semua jenis sandang dari para korban banjir bisa diterima pemilik usaha laundry.

"Permintaan laundry membludak setelah banjir, tapi yang perlu dicatat, tak semua baju kotor bisa diterima pemilik laundry," kata Apik kepada Kompas.com, Jumat (3/1/2020).

Dijelaskannya, banyak baju kotor yang terendam banjir masih membawa lumpur. Agar tak ditolak pemilik usaha binatu, pihaknya menyarankan korban banjir membersihkan kotoran sisa banjir terlebih dahulu sebelum dibawa ke jasa laundry.

"Kita tidak menerima kalau bajunya berlumpur. Harus dicuci dulu kalau mau diterima di laundry. Karena kalau ada sisa lumpur banjir walaupun sedikit, itu nanti masuk mesin bisa masalah, nggak bisa masuk mesin," ujar Apik.

Meski demikian, lanjut dia, masih ada pemilik laundry yang menerima baju korban banjir yang berlumpur. Namun, dengan konsekuensi harga jasa yang berbeda.

Baca juga: Permintaan Klaim Asuransi Mobil Melonjak Gara-gara Banjir

"Kalau pun tetap mau masuk loundry, beberapa laundry tetap menerima tapi dihitung satuan, jelas bukan kiloan. Dan itu harganya pastinya lebih mahal," ucap Apik.

"Jadi kita sarankan, cuci baju dulu sebelum ke laundry. Kecuali hanya terendam, misalnya masih di dalam lemari terkunci rapat kemudian kena banjir, lumpur nggak masuk, itu masih kita terima," imbuhnya.

Pemilik Apique Laundry di Jagakarsa Jakarta Selatan ini juga tak menampik jika ada lonjakan permintaan jasa loudry pasca banjir yang menggenang sejumlah kawasan di Jabodetabek.

"Kalau order memang lumayan ya dampaknya bagi laundry, membludak (permintaan) cucian, luar biasa (kenaikannya). Kebetulan posisi saya di luar kota, tapi kabar dari teman-teman asosiasi maupun di tempat usaha laundry saya sendiri, naiknya sampai di atas 40 persen," kata Apik.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X