Kompas.com - 08/01/2020, 22:47 WIB
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Braman Setyo (tengah) di Kementerian Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Braman Setyo (tengah) di Kementerian Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan muncul 25 koperasi modern di tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian UMKM) Braman Setyo di Smesco, Jakarta Selatan Rabu (8/1/2020).

"Tahun 2020 kita di targetkan memunculkan 25 koperasi modern. Secara tidak langsung tentunya (koperasi modern) akan membina koperasi - koperasi yang anggotanya UKM ini," katanya.

Braman menyebutkan, koperasi modern akan menggunakan alokasi dana APBN sebesar 70 persen dari Rp 1,8 triliun yang akan disalurkan melalui koperasi-koperasi produktif. Penyaluran diberikan kepada koperasj produktif karena memiliki komunitas dan cluster dari sektor unggulan.

"Program Rp 1,8 triliun di tahun 2020 fokusnya ada dua, yang pertama bagaimana kita membangun koperasi-koperasi dengan biaya LPDB yang nantinya bisa menjadi modern," ungkapnya.

Baca juga: Menteri Teten Sebut Koperasi RI Sudah Jadul Bukan Main

Adapun syarat dari koperasi modern adalah pembauran sistem digital, pengurus koperasi harus anak muda atau milenial dan selanjutnya membentuk badan hukum berupa PT (Perseroan Terbatas).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Syaratnya bisa melayani anggota melalui digital, yang kedua pengurusukan diversifikasi usaha dimana mereka membentuk badan hukum melalui PT. PT itu kemudian akan dikuasai 100 persen oleh koperasi," ujarnya.

Dengan mendirikan koperasi moderen maka target Kemenkop untuk menjadikan UKM naik kelas akan tercapai sebagai salah satu dari arah kebijakan Kemenkop.

"Dan tentunya setelah menerima modal mereka (UKM) akan berusaha sesuai dengan target yang mereka tentukan, tentunya mereka akan naik kelas," katanya.

Baca juga: Menteri Koperasi dan UKM Panggil Bos Bukalapak, Bahas Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.