Jelang Imlek, Impor Buah-buahan Melonjak

Kompas.com - 15/01/2020, 15:44 WIB
Menjelang perayaan tahun baru China (Imlek) 2571, Pedagang pernak-pernik Imlek mulai memadati kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (14/1/2020). Berbagai macam dagangan seperti lampion, pakaian, bunga hiasan, dan angpau dijual dengan variasi harga yang berbeda. KOMPAS.com/M ZAENUDDINMenjelang perayaan tahun baru China (Imlek) 2571, Pedagang pernak-pernik Imlek mulai memadati kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (14/1/2020). Berbagai macam dagangan seperti lampion, pakaian, bunga hiasan, dan angpau dijual dengan variasi harga yang berbeda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan adanya peningkatan impor buah-buahan pada Desember 2019 jika dibandingkan dengan November 2019.

Berdasarkan data BPS, impor buah-buahan meningkat 64,3 juta dollar AS atau 37,28 persen pada Desember 2019. Secara keseluruhan, impor buah di bulan Desember tercatat mencapai 236,6 juta dollar AS, sedangkan di November 2019 sebesar 172,28 juta dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, peningkatan impor buah-buahan disebabkan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang.

"Ada beberapa barang yang mengalami peningkatan, yaitu gula dan kembang gula, juga buah-buahan yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan imlek," ujar Suhariyanto ketika memberi keterangan di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Impor Turun Tipis di Desember 2019

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan beberapa buah-buahan yang nilai impornya meningkat adalah apel, jeruk mandarin, kelengkeng, jerung segar dan kacang almond kupas.

Untuk jeruk mandarin, BPS mencatat terjadi peningkatan hingga 329,02 persen dari November 2019 hingga Desember 2019. Pada Desember 2019, Indonesia mencatatkan kinerja impor jeruk mandarin sebesar 55,07 juta dollar ASm meningkat 42,23 juta dollar AS dari tahun sebelumnya yang sebesar 12,83 juta dollar AS.

Adapun untuk apel BPS mencatat terjadi pertumbuhan impor sebesar 23,62 persen dari 56,16 juta dollar AS di November 2019 menjadi 69,43 juta dollar AS di Desember 2019. Adapun untuk kelengkeng impornya naik 84,54 persen dari 10,83 juta dollar AS menjadi 19,89 juta dollar AS. Sementara untuk jeruk segar naik 343,52 persen dari 469 juta dollar AS menjadi 2,08 juta dollar AS dan kacang almond lupas mengalami lonjakan impor sebesar 126,56 persen dari 1,12 juta dollar AS di November 2019 menjadi 2,55 juta dollar AS di Desember 2019.

Baca juga: Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina 30 Juta Barel

Sementara secara keseluruhan, BPS mencatatkan nilai impor pada Desember 2019 mencapai 14,5 miliar dollar AS. Angka tersebut turun tipis, yaitu sebesar 5,47 persen jika dibandingkan dengan November 2019. Sementara secara year on year (yoy) kinerja impor mengalami penurunan sebesar 5,62 persen dari 15,37 miliar dollar AS pada Desember 2018.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan impor secara month to month terjadi baik untuk sektor migas maupun non migas. Namun secara year on year, terjadi peningkatan impor migas dan penurunan yang cukup tajam di sektor non migas.

"Bisa dilihat kalau penurunan impor terjadi baik untuk migas yang turun 0,06 persen dan non migas 6,35 persen secara month to month. Sedangkan dari Desember 2018 ke Desember 2019, impor juga turun namun penyebabnya berbeda. Impor migas selama Desember 2019 itu meningkat 5,33 persen dan sebaliknya impor non migas turun agak tajam 7,28 persen," jelas dia.

Baca juga: Siap-siap, Per 30 Januari 2020 Aturan Baru Impor via E-Commerce Berlaku

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X