Kompas.com - 03/02/2020, 18:36 WIB
 Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Devina Halim Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, masih ada sekitar 3.000 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di China.

Jumlah tersebut terus menurun setelah merebahnya virus corona di negara Tirai Bambu itu.

“Berkaitan dengan WNI kita yang ada di RRT, menurut data Kemenlu itu sudah berkurang dari 10.000 menjadi kira-kira masih ada 3.000,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Menhub Sampaikan Apresiasi Semua Pihak yang Mendukung Proses Evakuasi WNI dari Wuhan

Budi mengimbau kepada WNI yang ingin pulang ke Tanah Air agar segera menyiapkan diri. Sebab, layanan penerbangan dari China ke Indonesia akan terakhir beroperasi pada Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.

“Sebenarnya apa yang kita lakukan Menunda sampai Rabu 00.00 WIB itu adalah upaya kita memberikan kesempatan WNI yang ada di RRT maupun warga China yang akan balik ke sana untuk digunakan,” kata Budi.

Kendati begitu, Budi tak bisa memaksa jika ada WNI yang masih ingin tetap berada di China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tapi kan warga kita yang di sana, satu (jika) merasa belum harus pulang atau confidence ya kita serahkan ke mereka. Yang pasti nanti kalau apabila ada WNI yang setelah Rabu 00.00 WIB tetap di sana, suatu waktu mereka akan pulang, kita akan memikirkan caranya,” ucap dia.

Baca juga: Kenapa Evakuasi WNI dari Wuhan Bukan Garuda Indonesia? Ini Kata Menhub

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memutuskan melakukan penundaan penerbangan dari dan ke semua destinasi di China hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Namun, penundaan itu tidak termasuk untuk rute Hongkong dan Makau. Penundaan ini berlaku mulai hari Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

“Penundaan sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Minggu (2/2/2020).

Baca juga: Pemerintah RI Perintahkan Maskapai Tunda Penerbangan dari dan ke China

Melalui keputusan ini, jelas Menhub, semua maskapai penerbangan Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari atau ke seluruh destinasi di China.

Demikian pula maskapai penerbangan asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.