Kompas.com - 07/02/2020, 18:17 WIB
Rapat koordinasi yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan, terkait infrastruktur dan pariwisata, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiRapat koordinasi yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan, terkait infrastruktur dan pariwisata, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam rapat koordinasi, setidaknya ada beberapa topik yang dibahas, salah satunya mengenai pariwisata.

Dia mengusulkan adanya diving chamber (oksigen hiperbarik) untuk destinasi-destinasi wisata menyelam, seperti di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diving chamber adalah ruangan khusus bertekanan udara tinggi bagi pasien supaya bisa menghirup oksigen murni.

Baca juga: Pariwisata Lesu Terdampak Virus Corona, Ini Upaya yang Dilakukan Wishnutama

“Jadi bagaimana supaya tempat pariwisata ada chamber untuk diving, supaya kalau ada apa-apa ada yang bisa ditangani. Nah kemudian ada rumah sakitnya di situ,” kata Luhut di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Usulan chamber diving ini berhubungan dengan apa yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang mengatakan, banyak aspek yang mungkin kurang diperhatikan untuk menyukseskan pariwisata Indonesia. Misalnya soal status travel advice menuju Indonesia.

Travel advice tersebut mengenai pengamanan di Indonesia yang dianggap tidak siap dalam menangani bencana alam, sehingga ketika para wisatawan yang hendak menyelam di Pulau Indonesia mereka merasa tidak aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka ada kemungkinan para wisatawan mencari pulau di luar Indonesia untuk menyelam.

Baca juga: Wishnutama Ingatkan Sektor Pariwisata Soal Virus Corona

“Nah jadi kita sediakan chamber diving itu, yang selama ini tidak ada. Jadi orang membuat Indonesia itu di garis kuning, yang artinya dalam travel advice itu hati-hati (untuk berwisata ke Indonesia), ya karena kita tidak punya kesiapan tadi. Makanya semua kita buat cepat. Sehingga mereka nyaman dan menaikkan wisatawan Indonesia. Inilah salah satu fungsi rapat ini,” ujarnya.

Dalam rapat ini, mantan Menko Polhukam menegaskan kepada para tujuh kementerian yang hadir untuk mengatasi permasalahan yang ada memang harus dengan kerja tim.

“Saya percaya teamwork itu kunci masalah. 100 hari lebih ini saya merasakan koordinasi lebih baik karena lebih ada keterbukaan dan pengalaman ini merupakan teamwork,” katanya.

Baca juga: Dicolek Wishnutama, Menhub Percepat Status Internasional Bandara Komodo



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.