Pilot Batik Air yang Jalankan "Misi Corona" Kerap Lakukan Misi Kemanusiaan

Kompas.com - 15/02/2020, 22:00 WIB
Beberapa kru pesawat Airbus 330-300 Batik Air yang menjalani misi kemanusiaan mengevakuasi WNI dari wuhan akibat virus corona tiba di Jakarta setelah masa observasi 14 hari di Natuna, Sabtu (15/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYABeberapa kru pesawat Airbus 330-300 Batik Air yang menjalani misi kemanusiaan mengevakuasi WNI dari wuhan akibat virus corona tiba di Jakarta setelah masa observasi 14 hari di Natuna, Sabtu (15/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pilot Batik Air yang turut dalam evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China ke Indonesia, Destyo Usodo rupanya sudah beberapa kali melakukan misi kemanusiaan.

Namun, Destyo mengaku misi kemanusiaan virus corona inilah yang paling berkesan dalam hidupnya.

"Jadi sudah beberapa kali, tapi ini yang berkesan," kata Destyo Usodo di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Baca juga: Kru Batik Air Sempat Kaget karena Harus Ikut Masa Observasi 14 Hari di Natuna

Destyo bercerita, setidaknya dia sudah 3 kali melakukan misi kemanusiaan selain mengevakuasi WNI dari Wuhan, China akibat virus corona.

Dua misi kemanusiaan lainnya adalah misi kemanusiaan di Timor Leste hingga misi kemanusiaan saat kerusuhan 1998-1999 di Banjarmasin Balikpapan dan Ambon.

"Sudah beberapa kali sebelumnya. Di perusahaan saya dulu pernah ikut misi kemanusiaan WNI di Timor Leste. Saya join di Lion Grup dari 2003, saya pindah-pindah perusahaan di Lion Grup dan masuk Batik lagi November 2019, ini pertama di Lion Grup," cerita Destyo.

Destyo mengaku bangga karena dia dan belasan awak kabin lainnya ditunjuk oleh perusahaan misi kemanusiaan ini, meski tidak ada jadwal penerbangan ke Wuhan.

Selain itu, dia merasa WNI di Wuhan merupakan saudara-saudara warga Indonesia sehingga perlu diperhatikan pula.

"18 orang ini terus terang bangga, 18 orang ini orang yang dipilih perusahaan menjalankan misi kemanusiaan ini, kami salah satu yang beruntung. Tentunya kita bekerja sesuai SOP ataupun manual yang ditetapkan perusahaan," ungkapnya.

Sebagai informasi, WNI yang telah dievakuasi dari Wuhan, China telah kembali ke Jakarta pada Sabtu (15/2/2020). WNI berserta awak pesawat yang turut serta dalam evakuasi tersebut dipulangkan usai melangsungkan masa observasi di Natuna selama 14 hari.

Sebelum pemulangan, mereka telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan terakhir pada Sabtu pagi. Hasilnya, para WNI dan awak pesawat dinyatakan sehat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X