Ini Cara Menghindari Reksa Dana “Saham Gorengan”

Kompas.com - 17/02/2020, 14:45 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham THINKSTOCKSIlustrasi pergerakan harga saham

FFS dibuat oleh manajer investasi, untuk itu masih ada potensi melakukan kecurangan. Sebagai alternatif, investor bisa memilih hasil audit daripada reksa dana yang dibuat oleh auditor independent.

Reksa dana diaudit setiap tahun dan hasilnya dipublikasikan bersamaan dengan prospektus pembaharuan yang biasanya di bulan April atau Mei tahun berikutnya.

Dalam audit tersebut, terdapat bagian yang menunjukkan semua isi portofolio saham, obligasi dan deposito.

Dalam prakteknya, memiliki saham gorengan tidak melanggar aturan. Jika kebetulan dalam laporan audit tersebut ada saham gorengan, tapi bobotnya tidak sampai 5 persen, ada kemungkinan manajer investasi melakukan spekulasi. Kalau bobotnya besar, baru kita perlu berhati-hati.

Cara terakhir untuk menghindar dari reksa dana saham gorengan adalah berinvestasi pada reksa dana indeks saham. Sesuai peraturan OJK, reksa dana indeks wajib menginvestasi minimal 80 persen pada anggota suatu indeks.

Sebagai contoh, jika indeks yang dijadikan acuan adalah IDX-30 – kumpulan 30 saham yang transaksi paling likuid di bursa saham, maka reksa dana saham biasanya akan berinvestasi seluruh dananya pada 24 – 30 saham tersebut dengan bobot yang menyerupai susunan indeks.

Yang membedakan antara reksa dana indeks saham dengan reksa dana saham adalah pada kinerjanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kinerja reksa dana indeks cenderung sama dengan indeks acuan, maka reksa dana saham bisa menang, bisa juga kalah dengan indeks acuan. Memiliki keduanya bisa menjadi suatu diversifikasi yang baik.

Jangan Pukul Rata dan Jangan Panik

Nasi sudah menjadi bubur. Untuk yang sudah bermasalah, biarlah ditangani oleh regulator dan pihak yang berwajib. Memang ada beberapa pelaku yang melanggar aturan, tapi lebih banyak lagi perusahaan manajer investasi yang kerjanya sudah sesuai aturan. Jangan sampai semua industri ini dicap tidak baik.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat bisa melihat dengan jelas seperti apa praktek yang menyalahi aturan dan menghindarinya di masa mendatang, serta mengetahui siapa saja perusahaan yang telah bekerja sesuai dengan aturan.

Masyarakat dan investor juga diharapkan jangan panik dan melakukan rush. Saham yang likuid dari perusahaan terkemuka sekalipun kalau dijual dalam jumlah besar bisa berpotensi membuat penurunan harga signifikan juga.

Semoga kepada regulator agar proses investigasi yang sedang berlangsung ini bisa segera dituntaskan, kepada para pelaku manajer investasi untuk meningkatkan transparansi dan kinerjanya, dan kepada investor untuk selalu meningkatkan literasi investasinya untuk menghilangkan investasi bermasalah pada masa mendatang.

Semoga bermanfaat.

Tulisan merupakan pendapat pribadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.