Neraca Perdagangan Januari Defisit, BI: Faktor Impor Barang Konsumsi dan Barang Modal Naik

Kompas.com - 18/02/2020, 06:40 WIB
ilustrasi Thinkstockilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Neraca perdagangan Indonesia Januari 2020 mencatat defisit 0,86 miliar dollar AS atau setara Rp 1.178 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 0,06 miliar dollar AS.

Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas akibat kenaikan impor barang konsumsi dan barang modal untuk kegiatan produktif, di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan kondisi global yang belum kuat.

"Bank Indonesia memandang neraca perdagangan Januari 2020 mengindikasikan permintaan domestik yang tetap baik. Peningkatan impor barang konsumsi menggambarkan daya beli yang tetap terjaga, sementara peningkatan impor barang modal mencerminkan keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap positif," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Januari 2020, Neraca Dagang RI Defisit 864 Juta Dollar AS

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat didorong oleh menurunnya ekspor migas, meskipun impor migas juga telah lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2020 tercatat surplus 0,32 miliar dollar AS, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 0,94 miliar dollar AS.

Perkembangan tersebut satu sisi dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas yakni impor barang konsumsi dan barang modal seperti kendaraan dan bagiannya. Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas belum kuat, terutama akibat menurunnya ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati serta komoditas bijih, kerak, dan abu logam yang menurun.

Sedangkan ekspor komoditas logam mulia, perhiasan atau permata serta besi dan baja meningkat sejalan dengan permintaan global yang masih kuat.

Baca juga: Neraca Dagang Defisit 1,33 Miliar Dollar AS, Kepala BPS Imbau RI Perlu Hati-hati

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Januari 2020 meningkat menjadi sebesar 1,18 miliar dollar AS, dari defisit 1,00 miliar dollar AS pada bulan sebelumnya.

Peningkatan defisit tersebut terutama akibat kinerja ekspor migas yang menurun sejalan dengan menurunnya ekspor minyak mentah dan gas, meskipun impor migas juga menurun baik dalam bentuk hasil minyak dan gas.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," ujarnya.

Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan, Pemerintah Diminta Tetap Waspadai Defisit

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X