Naik 12,4 Persen, Laba CIMB Niaga 2019 Capai Rp 3,9 Triliun

Kompas.com - 19/02/2020, 20:38 WIB
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan dan Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan di Tangerang Selatan, Sabtu (16/2/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAPresiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan dan Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan di Tangerang Selatan, Sabtu (16/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk ( CIMB Niaga) membukukan laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp 3,9 triliun sepanjang tahun 2019.

Perolehan laba bank bersandi saham BNGA itu naik 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp 146,2.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan mengatakan, kenaikan laba ditopang oleh peningkatan pada sebagian lini bisnis.

”Kami menutup tahun 2019 dengan peningkatan pada sebagian besar lini bisnis. Pendapatan operasional naik sebesar 6,3 persen yoy, yang dikontrubusi oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11,6 persen yoy," kata Tigor dalam siaran pers, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Laba Anjlok, HSBC Buka Kemungkinan PHK 35.000 Karyawan

Adapun pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 4,6 persen secara tahunan (yoy) dengan NIM meningkat 19 bps menjadi 5,31 persen pada 2019.

Cost to income ratio pun turun menjadi di bawah 50 persen. Dalam kondisi pasar yang masih menantang, biaya provisi naik sebesar 7,5 persen yoy dengan rasio Loan Loss Coverage meningkat menjadi 113,60 persen.

Tak hanya itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) CIMB Niaga tercatat baik sebesar 21,47 persen per 31 Desember 2019, meningkat 181 bps dari tahun sebelumnya.

"Dengan total aset sebesar Rp 274,5 triliun per 31 Desember 2019, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset," ungkap Tigor.

Baca juga: Disinggung Erick Thohir, Laba Telkomsel Kalahkan Bank BUMN

Sementara dari sisi kredit, Tigor menyebut Cimb Niaga telah menyalurkan pertumbuhan kredit sebesar 3,1 persen yoy menjadi Rp 194,2 triliun. Penyaluran kredit dikontribusi oleh pertumbuhan pada kredit konsumer.

Pertumbuhan kredit konsumer yang dimaksud antara lain, pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah yang meningkat sebesar 12,5 persen yoy dan Kartu Kredit yang tumbuh 12,8 persen yoy.

"Itu sebagai hasil dari pengembangan bisnis akuisisi merchant yang kami lakukan. Kami tetap menjaga konsistensi pertumbuhan," ujarnya.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 195,6 triliun dengan rasio CASA sebesar 55,35 persen. Di segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp 33,1 triliun.

"Ke depan, CIMB Niaga akan terus fokus memperbesar bisnis konsumer dan UKM, meningkatkan CASA, melakukan inovasi terhadap layanan digital, serta memperkuat proposisi bisnis Syariah," ucap Tigor.

Baca juga: Laba BTN Anjlok 92,55 Persen, Ini Sebabnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X