[POPULER MONEY] Maksud Terselubung AS Masukkan RI ke Negara Maju | Cucu Luhut Masuk Forbes 30 Under 30

Kompas.com - 24/02/2020, 05:36 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa (21/01/2020) AFP/FABRICE COFFRINIPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa (21/01/2020)

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR). Pengamat perdagangan, Xue Rongjiu, mengatakan, pengumuman pencabutan beberapa negara itu dinilai telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral yang selama ini terjalin dengan baik.

"Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya," kata Xue, dikutip dari The Star Online, Sabtu (22/2/2020).

Apa pertimbangan AS? simak di sini

5. RI Dicoret dari Daftar Negara Berkembang Gara-gara Donald Trump "Ngambek"

Amerika Serikat ( AS) lewat Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of the US Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara- negara berkembang.

Dilansir dari Reuters, Minggu (23/2/2020), Trump mengaku jengkel dan merasa negaranya banyak dirugikan lantaran banyak negara yang pura-pura jadi negara berkembang agar mendapatkan perlakuan istimewa dalam beberapa kesepakatan dagang di WTO.

Di tahun lalu, Presiden AS dari Partai Republik ini pernah mengungkapkan kekecewannya pada negara-negara yang ekonominya sudah cukup besar, namun engggan melepaskan statusnya sebagai negara berkembang di WTO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"WTO itu rusak ketika negara-negara kaya di dunia mengklaim sebagai negara berkembang untuk menghindari aturan-aturan WTO dan mendapat perlakuan khusus. Tak boleh lagi!" ujar Trump dalam akun Twitternya.

Selengkapnya baca di sini

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.