BI Gencarkan Penggunaan QRIS, Bagaimana Nasib Uang Tunai Nantinya?

Kompas.com - 13/03/2020, 17:39 WIB
Ilustrasi QR code SHUTTERSTOCK/BloomiconIlustrasi QR code

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia telah mengeluarkan mandat ke seluruh pelaku ekonomi dan masyarakat untuk menggunakan Quick Response Indonesian Standard alias QRIS dalam transaksi pembayaran.

Kepala Divisi Pengawasan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Fransina Murni mengatakan meski banyak merchant yang sudah menggunakan QRIS, uang tunai masih tetap diperlukan.

"Uang cash masih tetap perlu kita distribusikan karena sampai saat ini pasar tradisional masih banyak menggunakannya secara tunai," ujarnya saat dijumpai Kompas.com di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Merchant yang Tak Sediakan QRIS Bakal Kena Sanksi?

Ia juga mengatakan bahwa transaksi pembayaran menggunakan QRIS hanya sebagai alternatif instrumen dalam hal pembayaran. Sama halnya dengan penggunaan e-cash, mesin EDC dan e-wallet.

"Sebenarnya ini sama dengan e-cash dan lainnya cuma saat ini yang terbaru yaitu QRIS dan pengguna juga bisa bebas memilih kok," sambungnya.

Sementara itu, keuntungan bertransaksi menggunakan QRIS, lanjut Fransina, pengguna tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk proses transaksi. 

Selain itu dengan adanya transaksi dapat mengurangi penyebaran uang palsu di Indonesia karena semua orang tidak perlu lagi membawa uang secara tunai.

"Karena kan orang sudah bertransaksi melalui QRIS jadi nggak bawa uang lagi kan jadi saya pikir melalui QRIS ini penyebaran uang palsu juga bisa berkurang," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X