Mudik Gratis Dihantui Corona, Kendaraan Pribadi Bisa Membludak

Kompas.com - 13/03/2020, 20:03 WIB
Budi Setiyadi melepas pemudik disabilitas di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANABudi Setiyadi melepas pemudik disabilitas di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, masa mudik Lebaran 2020 berpotensi membuat kendaraan pribadi membludak seandainya wabah virus corona meluas dan masih mengkhawatirkan.

Membludaknya kendaraan pribadi tentu memiliki banyak risiko, mulai dari meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas hingga program mudik gratis yang diadakan pemerintah dan BUMN sepi peminat.

Padahal, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan program mudik gratis dengan menambah armada bus, truk, dan kapal serta menambah anggaran dari Rp 32 miliar pada 2019 menjadi Rp 34 miliar pada 2020.

Baca juga: Siap-Siap, Kemenhub Gelar Mudik Gratis, Pendaftaran Dibuka Mulai 23 Maret

"Kalau memang skema ini meluas pikiran saya masyarakat pasti banyak yang menggunakan kendaraan pribadi. Saya berdoa saja semoga tidak seperti itu. Kita pemerintah masih punya waktu untuk recovery terhadap ini semua," kata Budi di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Kendati demikian, Budi mengaku mudik gratis yang telah diprogramkan pemerintah tetap dilaksanakan. Bahkan pendaftaran mudik gratis pun bakal dibuka mulai 23 Maret 2020.

Namun tentu saja, pihaknya telah menyediakan skenario kedua bila wabah virus belum hilang. Terutama, bila pemerintah telah mengeluarkan kebijakan lockdown kawasan tertentu hingga melarang membuat kerumunan atau mobilisasi massa.

"Tanggal 23 tetap buka pelayanan untuk pendaftaran (mudik gratis). Tapi seandainya makin banyak yang terpapar kita siapkan skema kedua. Bila ada larangan penuh terhadap kita untuk kumpul-kumpul, kita siap juga skemanya," ujarnya.

Selain itu, dia telah mengeluarkan surat edaran kepada operator di lini transportasi darat untuk terus melakukan pencegahan agar penyebaran virus bisa terhambat.

"Sekarang saya lihat sudah lihat pencegahan dan antisipasi penyebaran virus pada penumpang," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah menyediakan 1.317 unit bus dengan kapasitas 59.265 peserta untuk mudik gratis lebaran tahun 2020. Untuk mengangkut sepeda motor, pemerintah telah menyiapkan 111 truk yang mengangkut 4.995 unit sepeda motor.

Kemenhub akan mengantar pemudik gratis ke 37 kota tujuan di Indonesia. Kota tujuan tersebut terdiri dari Jakarta dan Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Bahkan, pendaftaran mudik gratis mulai dibuka pada 23 Maret 2020 via online.

Adapun penyebaran virus corona di Indonesia belum membaik. Hingga Jumat (13/3/2020), pemerintah telah mendeteksi 69 orang positif corona dan 4 di antaranya meninggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X