Imbas Virus Corona, Filipina Tutup Sementara Seluruh Pasar Keuangan

Kompas.com - 17/03/2020, 13:39 WIB
Bendera Filipina. THINKSTOCK PHOTOSBendera Filipina.

MANILA, KOMPAS.com - Filipina menutup seluruh perdagangan pasar keuangan di negara tersebut.

Langkah kontroversial ini menjadikan Filipina sebagai negara pertama yang menutup pasar keuangan sebagai respons pandemi virus corona yang menyebar dengan pesat.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (17/3/2020), pimpinan bursa efek Filipina menyatakan pihaknya bakal kembali membuka perdagangan pada Kamis (19/3/2020) mendatang.

Baca juga: Pasar Saham AS Kembali Tenggelam, Dow Jones Anjlok 12,9 Persen

Langkah kontroversial Filipina untuk menghentikan perdagangan di pasar keuangan muncul di tengah spekulasi negara-negara lain akan melakukan hal serupa. Ini sejalan dengan anjloknya pasar saham di seluruh dunia akibat kekhawatiran terjadinya resesi global.

Selain Filipina, Srilanka juga memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan di bursa saham. Sementara itu, bursa saham New York Stock Exchange mengumumkan tetap melakukan perdagangan.

Keputusan Filipina untuk menutup perdagangan saham, mata uang, dan obligasi berlaku efektif pada hari ini.

Sebelumnya, pada Senin (16/3/2020), Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan isolasi total atau lockdown tak hanya di ibukota Manila, namun juga meluas ke seluruh Pulau Luzon, pulau utama Filipina dengan populasi 57 juta orang.

Baca juga: Indeks Saham AS Anjlok Hampir 10 Persen, Terburuk Sejak 1987

Direktur Utama Bursa Efek Filipina Ramon Monzon menyatakan pihaknya menargetkan perdagangan di lantai bursa akan kembali dibuka pada lusa.

"Jika kami diberikan kesempatan untuk menyuarakan posisi kami, maka kami meminta tidak disertakan dalam penutupan. Bahkan jika pasar anjlok, lebih baik (bursa) tetap buka dan memiliki transparansi," terang Monzon.

Sepanjang tahun ini, pasar saham Filipina telah anjlok 30 persen, salah satu yang terburuk di Asia.

Menutup pasar saham ketika dalam periode krisis memang hal yang langka, namun pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: IHSG Anjlok 5 Persen, Perdagangan Saham Dihentikan Sebelum Waktunya

Pasca serangan teroris 11 September 2001, bursa saham AS tutup hampir sepekan. Sementara itu, bursa saham Hong Kong menghentikan perdagangan ketika terjadi peristiwa Black Monday pada tahun 1987.

Kemudian, bursa saham Yunani tutup selama lima pekan pada tahun 2015.

 



Sumber Bloomberg
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X