Covid-19 Intai Kesejahteraan Masyarakat Miskin dan Rentan Miskin, Irwan Hidayat Turun Tangan Bagikan Paket Bahan Pokok

Kompas.com - 24/03/2020, 00:06 WIB
Penghasilan pekerja harian lepas seperti sopir bajaj berpotensi terdampak social distancing akibat pandemi Covid-19 KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIPenghasilan pekerja harian lepas seperti sopir bajaj berpotensi terdampak social distancing akibat pandemi Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa darurat bencana akibat corona virus disease atau Covid-19 diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Presiden Joko Widodo memang telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengalihkan belanja atau realokasi anggaran dalam APBN 2020 sebesar Rp 62,3 triliun.

Realokasi anggaran belanja Kementerian/Lembaga tersebut dimaksudkan untuk mempercepat penanganan virus corona di dalam negeri.

Baca juga: Sri Mulyani: Realokasi APBN Rp 62,3 Triliun untuk Redam Dampak Corona

Dana yang didapatkan dari realokasi anggaran tersebut bakal digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan, asuransi pegawai medis, insentif dunia usaha, bahkan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Perpanjangan masa darurat bencana tersebut tentu berdampak langsung pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada upah harian.

Badai ekonomi yang bakal menghantam keluarga para pekerja harian lepas itu mengusik nurani Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat saat menemui salah satu dari belasan ribu peserta mudik gratis di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).Dok. Sido Muncul Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat saat menemui salah satu dari belasan ribu peserta mudik gratis di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).
Ia pun segera turun tangan menghubungi pengurus RT maupun RW di wilayah tempat tinggalnya dan bertanya berapa banyak keluarga yang penghasilannya terdampak social distancing akibat pandemi virus corona.

“Saya kepikiran bagaimana mereka kalau lockdown, slowdown, social distancing diterapkan. Pasti banyak yang kena imbas gara-gara enggak bisa kerja,” kata Irwan, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Lansia Rentan Terinfeksi Covid-19, Sido Muncul Beri Bantuan ke Panti Werdha

Tak butuh waktu lama, pengurus RT di Jalan Haji Abu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan menyetor data 160 kepala keluarga (KK) yang potensial terdampak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X