[POPULER MONEY] Cara Mendapatkan Kartu Pra Kerja | 80 Persen Negara di Dunia Tak Siap Hadapi Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 06:06 WIB
Kartu Pra Kerja Kartu Pra KerjaKartu Pra Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus Corona yang semakin menyebar membuat pemerintah mempercepat implementasi berbagai program untuk meredam dampak virus tersebut terhadap perekonomian.

Salah satunya adalah mempercepat realisasi program Kartu pra Kerja. Pada program ini, pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp 10 triliun. Berita tersebut menjadi yang terpopuler di kanal Money Kompas.com sepanjang hari kemarin, Rabu (25/3/2020).

Berita lain yang juga menjadi terpopuler adalah pendapatan McDonald's vs KFC lebih besar mana? Berikut adalah daftar berita terpopuler sepanjang hari kemarin:   

1. Bagaimana Cara Mendapatkan Kartu Pra Kerja?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mempercepat realisasi program Kartu Pra Kerja secara nasional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banyaknya korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Pemerintah menganggarkan dana APBN sebesar Rp 10 triliun, sehingga nantinya setiap pekerja yang masuk korban PHK bisa mendapatkan honor berupa insentif sebesar Rp 1 juta per orang atau mengalami kenaikan dari skema sebelumnya yakni Rp 650.000.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan Kartu Pra Kerja?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (25/3/2020), Kartu Pra Kerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Lebih Besar Mana Pendapatan McDonald's Vs KFC?

Bicara restoran cepat saji, sejauh ini hanya dua brand yang jadi penguasanya di seluruh dunia. Siapa lagi kalau bukan KFC dan McDonald's. Gerai dua perusahaan multinasional itu bisa ditemui di hampir seluruh negara yang ada di dunia.

Produknya pun hampir serupa, ayam goreng, burger, dan minuman soda. Meski di beberapa negara, dua raksasa fast food asal Amerika Serikat ini memperkaya menu sesuai dengan kearifan lokal negara tempatnya membuka restoran.

Lalu, sebagai dua restoran cepat saji dengan puluhan ribu jaringan di seluruh dunia, lebih besar mana pendapatan McDonald's vs KFC? Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Update Kondisi Menhub, Ventilator Sudah Dilepas

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi menyatakan, kondisi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menunjukkan tanda pemulihan.

Budi sudah dirawat selama 10 hari di RSPAD Gatot Soebroto setelah diketahui positif terjangkit virus corona (Covid-19). Pihak rumah sakit melaporkan kepada Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan bahwa alat bantu pernapasan (ventilator) mulai dilepas. Selengkapnya silakan baca di sini.

4. Rhenald Kasali: 80 Persen Negara di Dunia Tak Siap Hadapi Corona

Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali mengatakan, ketidaksiapan Indonesia menghadapi wabah virus corona ( Covid-19) merupakan hal yang wajar. Sebab, mengacu pada studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat lebih dari 12.000 kasus outbreak dari tahun 1980 sampai 2013.

Guru Besar Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ini juga mengatakan, sekitar 30 outbreak dari 12.000 krisis mesti diwaspadai tiap tahun dengan 7.000 kasus potensial tiap bulan. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Ada Covid-19, Pemerintah Susun 3 Skenario Mudik Lebaran

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, masyarakat dianjurkan untuk tidak pulang kampung alias mudik Lebaran pada tahun ini.

Keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan pencegahan virus corona agar tidak menyebar lebih luas lagi ke penjuru Indonesia.

"Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik," kata Jodi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020). Selengkapnya silakan baca di sini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X