Banyak Pemda Ingin Tutup Bandara, Ini Respon Kemenhub

Kompas.com - 26/03/2020, 05:31 WIB
Ilustrasi bandara KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi bandara

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan, penutupan bandara di daerah merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Pernyataan ini disampaikan merespon keinginan beberapa pemerintah daerah (Pemda) untuk sementara waktu menutup pelayanan penerbangan yang mengangkut penumpang ke wilayahnya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan dapat memahami keinginan Pemerintah Daerah tersebut, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Baca juga: Mulai Besok hingga 9 April, Lion Air Group Stop Penerbangan ke Papua

Pertama, penutupan bandara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Oleh karenanya penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Kemudian, bandara juga merupakan obyek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang tetapi juga melayani angkutan kargo, logistik dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Mantan Direktur Utama PT Airnav Indonesia itu menambahkan, bandara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional, melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan atau medis, serta untuk penerbangan yang mengangkut sampel infection substance Covid-19.

Pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup mengingat layanan navigasi penerbangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandar udara setempat. Tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya.

Novie membuka kemungkinan apabila akan dilakukan penutupan ataupun larangan bagi penerbangan angkutan udara niaga maupun angkutan udara bukan niaga yang mengangkut penumpang untuk mencegah penyebaran virus Covid 19

"Namun demikian, perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelum diberlakukan,” kata Novie.

Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X akan melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan pemda setempat dan juga seluruh stakeholder penerbangan sehingga maksud pemda dapat dilaksanakan dengan baik dengan risiko operasional yang minimal.

"Saya berharap dengan koordinasi dan komunikasi yang terus kami lakukan maka semua maksud baik kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dapat diatasi dengan baik " ucap Novie.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Whats New
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Rilis
Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Whats New
Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Spend Smart
Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Work Smart
Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara  Soetta

Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta

Whats New
3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

Spend Smart
[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

Whats New
Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Whats New
Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Whats New
Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Whats New
Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Whats New
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Whats New
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Whats New
Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X