Dampak Corona, Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Melonjak

Kompas.com - 26/03/2020, 18:04 WIB
Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/CARLO ALLEGRPengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Jumlah pengangguran di Amerika Serikat ( AS) yang mengajukan klaim unemployment benefit ( tunjangan pengangguran) terus berpacu ke rekor tertinggi.

Dilaporkan jumlah klaim mencapai 4 juta pada pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2020), laporan jumlah klaim yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja AS itu merupakan bukti yang jelas akibat dampak buruk virus corona (Covid-19) pada perekonomian.

Baca juga: The Fed Gelontorkan Stimulus, Beli Obligasi hingga 300 Miliar Dollar AS untuk UKM

Hal itu memaksa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) mengambil langkah-langkah luar biasa dan membuat senat menyetujui pengucuran dana sebesar 2 triliun dollar AS sebagai paket stimulus.

Ekonom-ekonom setempat mengatakan, laporan klaim yang membludak merupakan bukti ekonomi sudah resesi. Pasalnya, angka klaim mingguan adalah indikator pasar tenaga kerja yang paling tepat waktu.

Menurut survei dengan para ekonom, klaim awal tunjangan pengangguran di negara itu mungkin bisa melonjak sampai 1 juta pada pekan yang berakhir 21 Maret lalu. Angka itu melampaui rekor pada tahun 1982, yakni sebesar 695.000 orang.

Kepala Ekonom Societe Generale di New York Stephen Gallagher mengatakan, virus corona mampu membuat perubahan yang sangat mendadak dan dramatis. PHK merupakan salah satu respon dari perubahan itu.

Baca juga: AS Akan Gelontorkan Rp 33.000 Triliun untuk Atasi Dampak Virus Corona

"PHK adalah bagian dari perubahan itu dan pelamar tampaknya telah membanjiri kantor asuransi pengangguran negara dalam rentang waktu yang sangat singkat," ujarnya dikutip Reuters, Kamis (26/3/2020).

Bahkan, laman resmi ketenagakerjaan selalu penuh sehingga hang karena lalu lintas yang padat.

Data mentah yang dijabarkan para ekonom dari berbagai negara bagian menunjukkan lompatan signifikan. Morgan Stanley misalnya, memperkirkan klaim melonjak hingga 550.000 untuk California.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X