Di Tengah Virus Corona, Jeff Bezos Malah Tambah Kaya

Kompas.com - 01/04/2020, 18:03 WIB
Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos. SHUTTERSTOCK/Lev RadinPendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos.

NEW YORK, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona membuat kekayaan sejumlah miliarder dunia terkikis, akibat anjloknya pasar saham dan lesunya ekonomi.

Namun demikian, pendiri dan CEO Amazon, sekaligus orang terkaya di dunia Jeff Bezos malah dilaporkan tambah kaya.

Dilansir dari Business Insider, Rabu (1/4/2020), berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Bezos bertambah 5,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 97,3 triliun (kurs Rp 16.504 per dollar AS) sepanjang tahun 2020.

Baca juga: Kekayaan Pemilik Djarum Budi Hartono Lenyap Rp 71,3 Triliun

Bezos adalah satu-satunya dari lima besar orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index yang tidak mengalami penurunan kekayaan pada tahun ini di tengah pandemi virus corona.

Miliarder lainya, termasuk pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, harus rela kekayaannya merosot. Hal ini disebabkan gejolak di pasar saham akibat kekhawatiran dampak virus corona.

Para orang superkaya ini seringkali terdampak aksi jual di pasar saham karena portfolio investasi mereka sebagian besar ada di saham.

Pada tahun 2018 saja, para miliarder di dunia secara total kehilangan kekayaan sebesar 7 persen karena ketidakstabilan pasar pada akhir tahun itu. Hal ini berdasarkan laporan Wealth-X dan Capgemini.

Baca juga: Harta 500 Orang Terkaya di Dunia Lenyap Rp 4.903 Triliun dalam Sehari

Selain Bezos, hanya ada satu orang di dalam 10 besar daftar Bloomberg Billionaires Index yang kekayaannya lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2019, yakni salah Steve Ballmer yang merupakan salah satu pendiri Microsoft.

Adapun sebagian besar kekayaan Bezos berasal dari saham Amazon yang dikantonginya.

Peritel lain susah payah mempertahankan bisnis di tengah virus corona dan bahkan harus merumahkan pegawai, namun Amazon malah meraup untung.

Permintaan dan penjualan Amazon dilaporkan melonjak. Amazon pun merekrut 100.000 orang pegawai baru di tengah virus corona yang melanda.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X