Luhut: Mengenai Pembatasan Transportasi, Itu Hanya Rekomendasi...

Kompas.com - 02/04/2020, 16:58 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, tidak ada keputusan resmi untuk mengkarantina wilayah dengan cara menghentikan seluruh operasional transportasi.

Hal itu ia sampaikan usai beredarnya surat edaran dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang merekomendasikan pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek untuk melakukan pembatasan penggunaan moda transportasi guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Mengenai pembatasan (transportasi), itu hanya rekomendasi dari Ibu Polana (Kepala BPTJ). Nggak ada diputuskan," katanya melalui konfrensi video usai melakukan rapat terbatas, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Kemenko Kemaritiman: Jangan Pikir TKA China Datang Itu Membahayakan

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin menegaskan beredarnya Surat Edaran pembatasan operasional transportasi Jabodetabek dari BPTJ masih sekadar wacana.

"Prinsipnya ini masih wacana yang sedang kita siapkan, belum keputusan resmi. Konsepnya Jabodetabek mau kita usulkan sebagai satu kesatuan, kalau memang diusulkan semacam karantina wilayah," katanya.

Pemerintah kata dia, ingin menyatukan Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok sebagai satu wilayah kesatuan, tanpa membedakan sentra untuk melakukan karantina wilayah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Cara Isi Saldo GoPay dengan BCA Oneklik

Ridwan juga mengatakan, para pekerja di pemerintahan saat ini sudah mulai banyak bekerja dari rumah.

Tetapi yang terpenting ucapnya, pasokan logistik bahan pokok tetap lancar selama pandemi virus corona.

"Untuk itu, soal transportasi sekarang dikurangi dengan upaya orang bekerja dari jarak jauh saja," lanjut Ridwan.

Baca juga: Ruas Tol Direkomendasikan Ditutup, Jasa Marga Masih Beroperasi?

Dia menambahkan, pemerintah juga menyarankan kepada beberapa pihak perusahaan maupun industri untuk menyediakan angkutan khusus bagi pekerja yang tidak bekerja dari rumah.

Jangan sampai kata dia, para pekerja naik kendaraan umum menuju tempat bekerja. Ia mengingatkan hal yang paling penting yakni kesehatan para pekerja.

Baca juga: Ini Ruas-ruas Tol yang Direkomendasikan Ditutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.