Angkutan Mudik, Organda: Naik Tarif, Rasanya Kok Enggak Pas

Kompas.com - 06/04/2020, 07:07 WIB
Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminal tribunnews.comIlustrasi bus AKAP di sebuah terminal

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengusulkan tidak ada kenaikan tarif angkutan umum pada masa mudik 2020 ini.

Pada masa mudik tahun-tahun sebelumnya, biasanya terdapat kenaikan tarif angkutan umum. Pemerintah pun memberikan toleransi untuk batas kenaikan tarif tersebut.

"Tarif itu ditetapkan oleh pemerintah untuk golongan ekonomi. Meskipun golongan non ekonomi diserahkan kepada operator melalui kami sebagai asosiasi. Posisi sekarang ini naik tarif, rasanya kok enggak pas," katanya dalam konferensi video, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Tahun Ini, 56 Persen Warga Jabodetabek Diprediksi Tak Mudik

Hal tersebut menurut dia, berdasarkan pertimbangan dengan melihat kondisi masyarakat saat ini terutama golongan menengah ke bawah yang mulai kesulitan menafkahi kehidupan mereka.

"Empati kami terhadap masyarakat. Toh masyarakat terpaksa mudik dengan berbagai alasan, seperti enggak ada kerja lagi di sini, biaya hidup mereka semakin tinggi, tidak ada support otoritas manapun mau menghidupi mereka," sebut Ateng.

Bagi Organda, kenaikan tarif juga memicu persaingan antara transportasi ilegal yang masih marak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kenaikan tarif itu jadi masalah juga, karena kami harus bersaing dengan angkutan ilegal yang selama ini sudah berjalan tanpa dilakukan tindakan. Wujudnya banyak sekali. Kejadiannya di Kuningan," katanya.

Dia pun menawarkan opsi agar pemerintah membeli layanan angkutan umum selama wabah Covid-19 ini.

"Satu lagi, kalau ide kami pada posisi harus mengurangi okupansi dan sebagainya, mungkin ada bagusnya terpikir otoritas membeli layanan kami terhadap persentase okupansi yang diharapkan untuk menjamin adanya physical distancing secara masif. Kalau pun toh terpaksa tadi yang Ibu Polana sampaikan 37 persen mudik, tapi mudik dalam posisi yang aman," ujar dia.

Baca juga: Simpang Siur Larangan Mudik Lebaran 2020 Akhirnya Terjawab



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Spend Smart
[TREN FILM KOMPASIANA] 'Racket Boys', Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | 'Them', tentang Rasisme dan Kengeriannya

[TREN FILM KOMPASIANA] "Racket Boys", Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | "Them", tentang Rasisme dan Kengeriannya

Rilis
JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

Whats New
Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Whats New
Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X