Kompas.com - 07/04/2020, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (7/4/2020), diproyeksikan bakal melanjutkan penguatannya, setelah kemarin meroket 4 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan, IHSG hari ini mendapatkan sentimen positif dai optimisme investor global terhadap pandemi virus corona yang akan segera berakhir.

"Indeks hari ini mungkin bakal menguat. Faktor utamanya adalah jumlah kematian dan kasus pandemi di AS dan Eropa yang mulai berkurang," kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: IHSG Rebound, Ditutup Pada Level 4.811,82

Indeks bursa saham Eropa terpantau menghijau seperti Indeks FTSE yang naik 3,08 persen, diikuti dengan Xetra Dax yang meroket 5,7 persen. Kenaikan indeks saham Eropa dinilai akibat data kasus pandemik di negara-negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman dan Prancis yang mulai berkurang dalam 5 hari belakangan ini.

“Spanyol sudah 5 hari mengalami penurunan jumlah yang terkena corona. Italia dalam 2 hari ini mengalami penurunan (jumlah kasus), begitu juga Jerman. Pasar saham menanti puncak pandemik corona dimana selanjutnya jumlah kasus dan meninggal akan bergerak turun. Ini yang mendorong sentimen positif di bursa saham Eropa sekaligus mendorong saham dunia,” sebutnya.

Sementara bursa saham AS pagi ini juga melaju di zona hijau seiring dengan ekpetasi turunnya kasus corona. Indeks Dow Jones Industrial Average meroket 7,5 persen diikuti dengan indeks S&P 500 yang naik 6,9 persen dan Nasdaq yang juga melesat 7,3 persen.

“Di AS ini pertama kalinya jumlah kasus turun. Kemarin memang sempat naik, tapi jauh lebih rendah daripada rekor 34.000 kasus baru. Kemarin cuma 27.000 kasus, penurunan kasus di AS selama 2 hari mendorong bursa AS melesat naik,” ungkapnya.

Baca juga: Harga Saham Turun, Bos BCA dan 2 Direksi Lakukan Aksi Beli BBCA

Di sisi lain lanjut dia,  meski investor asing masih melakukan aksi jual, namun indeks acuan Bursa Efek Indonesia (IHSG) kemarin tetap mampu bertahan bahkan melonjak hingga 4 persen.

Kenaikan tersebut ditopang investor domestik yang merespons berbagai kebijakan pemerintah dalam penangglangan Covid-19 diantaranya rencana pemberlakuan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Jadi memang kita lihat asing masih jual tapi jumlahnya tidak terlalu besar, kita pikir pelaku asing itu memang cukup khawatir untuk kasus di Indonesia. Tapi PSBB ini tentunya mendorong pemerintah daerah untuk lebih sigap lagi dalam mengurangi penyebaran virus corona, jadi pemain lokal masih optimis dengan perkiraan berakhirnya corona di dunia. Walau memang terlalu dini,” jelasnya.

Hans memproyeksikan IHSG hari ini bergerak pada level support 4.750 sampai dengan 4.623 dan resisten pada level 4.939 sampai dengan 5.112.

Baca juga: Penutupan Sesi I, IHSG Menghijau, Rupiah Melemah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Whats New
500.000 Beras Impor Akan Masuk RI Hingga Februari 2023

500.000 Beras Impor Akan Masuk RI Hingga Februari 2023

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi 'Top Losers'

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi "Top Losers"

Whats New
Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Whats New
Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Whats New
Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru,  Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Mulai dari Cabai, Telur hingga Beras

Whats New
Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Liburan Akhir Tahun tapi Dana Enggak Cukup? Simak Penawaran dari Bank Ini

Whats New
Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Akuisisi ASDP ke Penyeberangan Swasta Dinilai Positif untuk Perkuat Layanan

Whats New
Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Simak Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK Nakes yang Bakal Lolos

Whats New
Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Ini Tiga Cara Kembalikan Kredibilitas Asuransi di Mata Masyarakat

Whats New
Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Superindo Gandeng UGM dan Global Food Partners (GFP) Tingkatkan Ketersediaan Telur Bebas Kandang Sekat

Whats New
Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Sri Mulyani Pastikan Anggaran IKN Tak Berubah Meski UU IKN Direvisi

Whats New
Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Bisa di Bawah 5 Persen

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Bisa di Bawah 5 Persen

Whats New
GOTO ARB 10 Kali Berturut-turut, Harga Sahamnya Diperdagangkan Rp 93 per Lembar

GOTO ARB 10 Kali Berturut-turut, Harga Sahamnya Diperdagangkan Rp 93 per Lembar

Whats New
Upaya BCA dan BRI Cegah Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Berkedok Penipuan Terulang

Upaya BCA dan BRI Cegah Kasus Pembobolan Rekening Nasabah Berkedok Penipuan Terulang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.