Setelah Melonjak 4 Persen, IHSG Hari Ini Diprediksi Lanjutkan Kenaikan

Kompas.com - 07/04/2020, 08:12 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com -   Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) Selasa (7/4/2020), diproyeksikan bakal melanjutkan penguatannya, setelah kemarin meroket 4 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan, IHSG hari ini mendapatkan sentimen positif dai optimisme investor global terhadap pandemi virus corona yang akan segera berakhir.

"Indeks hari ini mungkin bakal menguat. Faktor utamanya adalah jumlah kematian dan kasus pandemi di AS dan Eropa yang mulai berkurang," kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: IHSG Rebound, Ditutup Pada Level 4.811,82

Indeks bursa saham Eropa terpantau menghijau seperti Indeks FTSE yang naik 3,08 persen, diikuti dengan Xetra Dax yang meroket 5,7 persen. Kenaikan indeks saham Eropa dinilai akibat data kasus pandemik di negara-negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman dan Prancis yang mulai berkurang dalam 5 hari belakangan ini.

“Spanyol sudah 5 hari mengalami penurunan jumlah yang terkena corona. Italia dalam 2 hari ini mengalami penurunan (jumlah kasus), begitu juga Jerman. Pasar saham menanti puncak pandemik corona dimana selanjutnya jumlah kasus dan meninggal akan bergerak turun. Ini yang mendorong sentimen positif di bursa saham Eropa sekaligus mendorong saham dunia,” sebutnya.

Sementara bursa saham AS pagi ini juga melaju di zona hijau seiring dengan ekpetasi turunnya kasus corona. Indeks Dow Jones Industrial Average meroket 7,5 persen diikuti dengan indeks S&P 500 yang naik 6,9 persen dan Nasdaq yang juga melesat 7,3 persen.

“Di AS ini pertama kalinya jumlah kasus turun. Kemarin memang sempat naik, tapi jauh lebih rendah daripada rekor 34.000 kasus baru. Kemarin cuma 27.000 kasus, penurunan kasus di AS selama 2 hari mendorong bursa AS melesat naik,” ungkapnya.

Baca juga: Harga Saham Turun, Bos BCA dan 2 Direksi Lakukan Aksi Beli BBCA

Di sisi lain lanjut dia,  meski investor asing masih melakukan aksi jual, namun indeks acuan Bursa Efek Indonesia (IHSG) kemarin tetap mampu bertahan bahkan melonjak hingga 4 persen.

Kenaikan tersebut ditopang investor domestik yang merespons berbagai kebijakan pemerintah dalam penangglangan Covid-19 diantaranya rencana pemberlakuan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Jadi memang kita lihat asing masih jual tapi jumlahnya tidak terlalu besar, kita pikir pelaku asing itu memang cukup khawatir untuk kasus di Indonesia. Tapi PSBB ini tentunya mendorong pemerintah daerah untuk lebih sigap lagi dalam mengurangi penyebaran virus corona, jadi pemain lokal masih optimis dengan perkiraan berakhirnya corona di dunia. Walau memang terlalu dini,” jelasnya.

Hans memproyeksikan IHSG hari ini bergerak pada level support 4.750 sampai dengan 4.623 dan resisten pada level 4.939 sampai dengan 5.112.

Baca juga: Penutupan Sesi I, IHSG Menghijau, Rupiah Melemah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X