BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OPPO

Ide dan Konsep Out of the Box Jadi Rahasia Kesuksesan Rio Motret di Dunia Fotografi

Kompas.com - 07/04/2020, 19:14 WIB
Foto-foto artis Indonesia hasil bidikan Rio Motret. Instagram @riomotret.Foto-foto artis Indonesia hasil bidikan Rio Motret.
Penulis Agung Dwi E
|

KOMPAS.com – Bekerja sesuai passion merupakan sebuah kemewahan. Tidak semua orang bisa mendapatkan privilese ini. Bahkan, dibutuhkan pula kesabaran dan kerja keras lebih ekstra bila memilih bekerja sesuai passion.

Hal ini pun dirasakan pula oleh Rio Motret—fotografer fesyen dan wedding yang menjadi langganan para selebritas Indonesia. Untuk mencapai posisi seperti sekarang, Rio mengaku tidak mudah dan perjalanan kariernya sebagai fotografer pun tidak mulus-mulus amat.

“Era 15 tahun lalu, untuk meniti karier memang perlu perjuangan banget. Memang benar-benar dari nol banget,” cerita Rio Wibowo, nama lengkapnya, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (28/03/2020).

Ia masih ingat betul pertama kali mulai mengenal dunia fotografi pada 2003. Saat itu, Rio masih menjadi mahasiswa jurusan desain grafis dan berkenalan sepintas lewat mata kuliah fotografi di kampusnya.

“Memang enggak didalami banget (waktu di kampus). Sempat juga menjadi asdos (asisten dosen) mata kuliah fotografi. Dari situ, aku mulai suka sama fotografi, terus mulai foto-foto model di kuliah,” imbuhnya.

Baca juga: Cara Cerdik Mengabadikan Aksi Panggung dengan Kamera Smartphone

Rio pun memberanikan untuk meniti karier di dunia fotografi. Di awal kariernya, Rio sempat tidak dibayar sama sekali alias gratis. Ia tidak masalah, yang penting ia bisa mengumpulkan portofolio.

Pelan-pelan, jepretan Rio mulai mendapatkan hasil. Mulai dari tak berbayar, dibayar Rp 50.000, dan terus naik seiring bertambahnya portofolio. Rio pun mulai rajin mengunggah portofolio foto jepretannya di media sosial.

“Belum ada Facebook, belum ada Instagram. Masih zamannya Friendster. Dari Friendster itu lumayan. Aku sempat punya dua atau tiga akun untuk mamerin karya. Dari situlah, pelan-pelan mulai dapat klien,” kenangnya.

Baca juga: Kiat Jadi Fotografer Pro Berbekal Kamera Ponsel

Meski begitu, bukan berarti kariernya di dunia fotografi lancar-lancar saja. Rio sempat gamang. Ia mulai berhitung berapa waktu lagi yang ia harus habiskan untuk bisa menghasilkan pendapatan bagus dari foto-fotonya.

Saat itu, Rio mengaku sempat tergoda untuk banting setir di profesi lain. Sempat ingin merantau ke luar negeri karena terpikat dengan gaji yang lumayan. Bahkan, Rio sudah merancang profesi apa yang bakal ia lakoni di negeri asing.

“Kan dulu kerja di Amerika dan Australia gajinya gede. Jadi sempat tertarik. ‘Ah apa gue pindah ke luar negeri saja ya. Kerja di restoran, di laundry, atau supermarket gitu. Kayaknya gajinya oke nih. Sebulan denger-denger kan 2.000-3.000 dollar AS.’ Namun ternyata, potensi di fotografi makin bagus. Akhirnya, aku beraniin stay,” kenangnya lagi.

Memilih genre fesyen dan wedding

Keputusan Rio bertahan di dunia fotografi berbuah hasil. Pelan tapi pasti, Rio mulai fokus di dua genre fotografi yang kini menjadi spesialisasinya, yakni fesyen dan wedding.

Rio Wibowo atau lebih dikenal Rio Motret.Oppo Indonesia. Rio Wibowo atau lebih dikenal Rio Motret.

Ia lalu bergabung di salah satu majalah fesyen sebagai fotografer freelance, khusus memotret rubrik bintang tamu. Nah, saat itu, kebanyakan bintang tamu yang dipotret Rio adalah selebritas Indonesia. Relasi dengan artis Indonesia pun makin bertambah.

Selama enam edisi menjadi fotografer lepas, Rio semakin jatuh cinta dengan genre fotografi fesyen. Ia banyak belajar hal menarik dan seru dari dunia fesyen. Genre tersebut juga lebih menantang ketimbang genre lain, seperti fotografi alam atau fotografi makanan.

“Bagiku, fesyen itu menarik banget. Makanya, aku terjun ke fesyen dulu—karena memang aku sukanya foto orang. Terus, baru masuk ke (genre) wedding,” tutur pria kelahiran 14 Februari 1985 ini.

Bermula dari freelancer di majalah itu pula, nama Rio di dunia fotografi fesyen makin menanjak. Selebritas yang pernah dipotret Rio mulai tertarik memakai jasanya.

Kalangan artis pun mulai memercayakan momen berharga mereka diabadikan oleh Rio. Mulai dari foto profil, fesyen, pre-wedding, pernikahan, hingga kelahiran.

“Karena sering mengabadikan mereka, namaku menjadi terkenal,” ungkap pemilik akun Instagram @riomotret.

Baca juga: Biar Personal Branding Makin Bagus, Atur Feed Instagram Sekeren Mungkin

Pemotretan paling berkesan

Selama hampir 17 tahun terjun di dunia fotografi, banyak cerita menarik bagi Rio. Namun, ada satu momen paling berkesan dan akan selalu ia kenang sebagai masterpiece.

“Pameran tunggal ‘Alkisah’ pada 2015. Itu project paling berkesan bagiku,” ungkap Brand Ambassador Oppo Indonesia ini.

Butuh dua tahun bagi Rio untuk menyelesaikan proyek pameran tunggalnya itu. Mulai dari menggodok konsep fotografi yang tidak biasa hingga merealisasikannya.

Konsep pameran “Alkisah” sendiri boleh dibilang brilian dan berbeda. Di proyek tersebut, Rio mengangkat cerita rakyat Indonesia, seperti Lutung Kasarung, Jaka Tarub, Roro Jonggrang, Calon Arang, dan lain-lain, serta dipadukan dengan unsur modern.

“Ide mengangkat cerita rakyat selengkap itu belum pernah ada,” ungkapnya lagi.

Baca juga: Beli Smartphone OPPO Bisa dari Rumah? Ikuti Cara Mudah Ini

Untuk mewujudkan proyek ambisius tersebut, Rio berkolaborasi dengan 65 selebritas, 15 desainer, serta 10 fashion artist dan make-up artist. Ia memilih sendiri aktris dan aktor yang sesuai dengan karakter tokoh di cerita rakyat.

“Karena menggandeng banyak sekali orang yang menurutku agak mustahil dilakukan, tapi akhirnya bisa dilakukan,” ujar Rio. “Yang paling mengesankan lagi, semua tokoh di cerita rakyat diperankan oleh selebritas dalam sebuah pameran foto, bukan dalam film,” imbuhnya.

“Alkisah” yang juga dipamerkan untuk menyambut HUT ke-70 Indonesia mendapatkan respons positif. Selepas pameran di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, project pameran foto cerita rakyat Indonesia tersebut dipamerkan kembali di enam kota besar di Indonesia.

Eksplorasi ide dan konsep baru

Menurut Rio, untuk bisa berkarier di dunia kreatif, seperti fotografi, ide dan konsep merupakan dua hal paling fundamental. Sayangnya, tidak semua pecinta fotografi “berani” mengeksplorasi ide dan konsep baru.

Misalnya saja, imbuh Rio, ada fotografer yang hanya berpaku pada satu gaya atau style saja karena menganggap bahwa gaya tersebut sudah menjadi ciri khasnya. Namun, menurut Rio, zaman terus berubah, tren bergeser, dan selera orang terus berganti.

Rio Motret mengambil foto menggunakan Oppo Reno3. Oppo Indonesia. Rio Motret mengambil foto menggunakan Oppo Reno3.

“Sebenarnya, kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Apa yang lagi tren sekarang dan konsep apa yang sedang menarik banyak orang. Jadi, jangan terlalu monoton,” pesannya.

Selain konsep dan ide, eksplorasi angle sangat penting untuk menghasilkan jepretan istimewa. Rio mencontohkan, dalam satu lokasi, perbedaan angle bisa menentukan hasil foto tersebut biasa saja atau wow.

“Kalau mau dapetin foto yang beda dan keren, kita harus berani bermain dengan angle,” imbuhnya. “Kreativitas mengeksplorasi angle bisa menjadi pembeda hasil jepretan kita.”

Baca juga: Saat Ini OPPO Dapat Dipesan dari Rumah Melalui #BetterAtHome

Namun, banyak pecinta fotografi justru cenderung main aman, baik dari style, konsep, maupun angle. Kebanyakan malah lebih mementingkan gear fotografi yang mahal ketimbang ketiga hal tersebut.

“Jangan pernah berpikir, ‘O, karena si ini alatnya mahal, hasil fotonya pasti lebih bagus, lebih terkenal, atau lebih sukses’. Itu enggak,” kata Rio.

Menurut Rio, justru saat ini, berkat perkembangan teknologi, berbekal kamera smartphone pun sudah bisa menghasilkan foto keren selayaknya kamera profesional.

Ia sendiri pernah menggunakan smartphone Oppo Reno3 untuk sesi memotret pre-wedding. Hasilnya pun sama bagusnya seperti menggunakan kamera profesional.

“Hasil cetaknya bagus banget. Baik dari segi ketajamannya, dari segi deep-nya, warnanya, reach-nya bagus banget. Sampai aku ngeliat, wow kok ini hampir sama kayak kamera profesional. Kamera lain belum tentu bisa seperti ini,” kata Rio.

Foto pre-wedding hasil jepretan Rio Motret menggunakan Oppo Reno3. Rio Motret Foto pre-wedding hasil jepretan Rio Motret menggunakan Oppo Reno3.

Bukan hanya Rio saja yang kaget melihat kualitas jepretan dari kamera Oppo Reno3. Kliennya pun turut senang dan puas dengan hasil tersebut.

Hasil jepretan Oppo Reno3 yang berkualitas tersebut berkat empat lensa yang disematkan di ponsel . Ditambah lagi fitur fotografi canggih yang memudahkan dalam memotret.

Fitur Ultra Clear 108MP Image, misalnya, bisa menangkap setiap detail foto. Baik pemandangan background, gaun, wajah, hingga perhiasan terkecil dapat tertangkap dengan baik.

Baca juga: Mengukir Sejarah Baru, OPPO Reno3 Hadir dengan Kekuatan Kamera 108MP

Fitur tersebut juga bisa menghasilkan resolusi foto yang besar. Dengan begitu, hasil jepretan Oppo Reno3 bisa dicetak dengan ukuran besar tanpa mengurangi kejernihan, detail, dan ketajaman warna.

Masih ada fitur-fitur lain yang tak kalah hebat, seperti, Ultra Wide Angle, Ultra Dark Mode, Super Macro 3cm, 5x Hybrid Zoom, hingga mode profesional. “Kita bisa benar-benar mengatur seperti di kamera profesional saja,” kata Rio.

Nah, berdasarkan pengalaman Rio sebagai fotografer yang selalu bergelut dengan kamera profesional, peralatan banyak, dan berat, keberadaan smartphone Oppo Reno3 ini justru mempermudah kerja fotografer.

Smartphone yang canggih seperti Oppo Reno3 enak banget karena compact, ringkes, dan bisa dibawa ke mana-mana,” jelasnya.

Dengan alasan-alasan tersebut, Rio pun bisa memastikan bahwa untuk menghasilkan foto bagus dan keren tidak harus menggunakan kamera profesional mahal.

“Kuncinya, eksplorasi ide, konsep, angle, serta optimalkan alat,” pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya